Jumat, 5 Juni 2020

Kearifan Lokal Senjata untuk Atasi Perubahan Iklim

- 12 Desember 2019, 15:18 WIB
GEDE Putra Witsen membawakan tari Bali hanoman pada pembukaan Paviliun Indonesia COP 25 UNFCCC Madrid, Spanyol, Rabu, 4 Desember 2019. Paviliun Indonesia mengusung tema "Climate Change for All : Time, Scala and Impact", sebagai media "soft Diplomacy" Indonesia kepada dunia di bidang pengendalian perubahan iklim.* /ANTARA FOTO

Akhirnya, spiritualitas dan tata nilai kearifan lokal mulai ditinggalkan karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip negara modern.

Namun sekarang, kata Dedi,ternyata perkembangan dunia internasional, terutama di belahan barat, kembali ke kearifan lokal yang dulu dipergunakan di Indonesia.

“Misalnya, go green itu bukan istilah baru bagi masyarakat tradisi Indonesia. Sampai hari ini, Indonesia masih melaksanakan prinsip go green, yakni pengelolaan lahan pertanian secara alamiah, seperti pupuk organik dan lain sebagaianya,” ucap dia.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X