Senin, 30 Maret 2020

Kearifan Lokal Senjata untuk Atasi Perubahan Iklim

- 12 Desember 2019, 15:18 WIB
GEDE Putra Witsen membawakan tari Bali hanoman pada pembukaan Paviliun Indonesia COP 25 UNFCCC Madrid, Spanyol, Rabu, 4 Desember 2019. Paviliun Indonesia mengusung tema "Climate Change for All : Time, Scala and Impact", sebagai media "soft Diplomacy" Indonesia kepada dunia di bidang pengendalian perubahan iklim.* /ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai senjata untuk menjaga lingkungan.

Hal ini disampaikan Dedi saat menjadi pembicara bersama sejumlah pimpinan Komisi IV DPR RI dalam konferensi Perubahan Iklim di Madrid, Spanyol, Selasa, 10 Desember 2019.

Menurut Dedi, kearifan lokal selama ini telah menempatkan lingkungan sebagai kekuatan spiritual.

Baca Juga: Greta Thunberg Kecam Pencitraan Politikus dalam Perangi Perubahan Iklim

Oleh karena itu di Indonesia yang memiliki banyak kearifan lokal, perubahan iklim bukanlah hal baru mengingat masyarakat adat sudah mengenal istilah pancaroba: sebuah fenomena ketidakseimbangan alam sebagai akibat dari ketidakseimbangan waktu, musim atau iklim.

loading...

"Dalam pewayangan Pancaroba digambarkan dengan dicabutnya Krisna dan Arjuna si penjaga keseimbangan hingga menyebabkan kehancuran akibat peperangan. Cerita itu menunjukkan bahwa ajaran kesimbangan itu sudah ada dalam spiritualitas Indonasia,” ucap Dedi melalui siaran pers yang diterima “PR”, Kamis, 12 Desember 2019.

Adapun saat ini, di era modernisasi memang tak mudah menepis kerusakan alam. Eksploitasi sumber daya yang terjadi terus menerus tanpa memikirkan dampak ekologinya justru melahirkan perusakan hutan, gunung dan laut.

Saat Orde Baru, lanjut Dedi, mulai dibangun sektor pertanian yang mengejar pertumbuhan dan produksi.

“Akibatnya, terjadilah modernisasi pengelolaan lingkungan. Misalnya, modernisasi dalam pertanian melahirkan pestisida yang merusak lingkungan. Lalu dalam bidang kehutanan terjadi pembabatan hutan untuk menjadi kawasan ekonomi seperti perkebunan dan sejenisnya,” ucap dia.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X