Meski Musim Hujan, Lima Kecamatan Tetap Darurat Kekeringan

- 11 Desember 2019, 17:26 WIB
ILUSTRASI krisis air bersih.*/ANTARA /null

GUNUNGKIDUL, (PR).- Meski sudah mulai turun di Kabupaten Gunungkidul pada Desember ini, namun hujan belum merata ke seluruh wilayah Gunungkidul. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pun menaikkan status ke darurat kekeringan sejak tanggal 25 November lalu.

Kepala BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, setidaknya hingga memasuki musim hujan kali ini masih ada lima kecamatan yang memohon bantuan dropping air bersih karena hujan yang turun belum merata.

Baca Juga: Pemerintah Belum Berencana Tambah Hari Libur ASN

“Kelima kecamatan itu ada Girisubo, Rongkop, Paliyan, Panggang, dan Purwosari,” ujarnya, Selasa, 11 Desember 2019.

“Status dinaikkan ke darurat kekeringan sejak tanggal 25 November karena memang anggaran kita untuk droping air sudah habis dan hujan belum merata ke semua daerah,” katanya.

Menurut Edy, penetapan status Darurat Kekeringan tidak lepas dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan BPBD bersama Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) dan Sekretaris Daerah (Setda) Gunungkidul.

Adapun dasar penetapan mengacu pada kondisi terkini di sejumlah kecamatan yang masih kekurangan air bersih.

Dari sisi anggaran, BPBD sudah tidak memiliki dana untuk dropping air bersih.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X