Senin, 24 Februari 2020

Skor Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Jalan di Tempat

- 10 Desember 2019, 17:42 WIB
PRESIDEN Joko Widodo.* /REUTERS

JAKARTA, (PR).- Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di akhir pemerintahan Joko Widodo periode pertama belum menunjukkan perubahan yang signifikan dibanding empat tahun sebelumnya.

Mengacu pada indeks kinerja HAM yang dirilis oleh SETARA Institute, skor untuk indikator KBB pada 2015 ada di angka 2,57.

Sementara empat tahun kemudian, angkanya justru turun ke 2,4.

Baca Juga: Janji Jokowi Soal Penegakan HAM yang Tertunda Hendaknya Ditunaikan di Periode Kedua

Peneliti HAM dan Perdamaian SETARA Institute, Shelma Theofany mengatakan sepanjang 2015-2019 tedapat setidaknya 720 peristiwa dan 909 penindakan, di mana dalam peristiwa itu aktor negara seperti Pemerintah Daerah, institusi pendidikan, Satpol PP, hingga pengadilan justru terlibat.

Pelanggaran KBB ini juga memotret kondisi sosio-politik yang dipolitisasi dan menjadi antoganisme SARA.

"Insiden pelanggaran KBB terjadi dengan adanya penguatan radikalisme dan ekstremisme yang diikuti sejumlah bentuk kekerasan," kata Shelma dalam konferensi pers Indeks Penegakan HAM dalam rangka memperingati Hari HAM Internasional di Cikini, Selasa, 10 Desember 2019.

Setidaknya ada 20 bentuk kekerasan yang terjadi dan melanggar KBB.

Seperti intoleransi, penyesatan ajaran, pemaksaan keyakinan, pengusiran, ujaran kebencian, aksi teror, condoning, penghentian paksa dan pelarangan ibadah, ancaman terhadap anak kelompok minoritas, diskriminasi, pembiaran, kriminalisasi, hingga penghentian paksa pembangunan tempat ibadah.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X