Kamis, 20 Februari 2020

Soal Kasus Novel Baswedan, Jokowi: Saya Tidak Kasih Waktu Lagi

- 10 Desember 2019, 17:09 WIB
Novel Baswedan.*/ANTARA /

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo buka suara mengenai pertemuannya dengan Kapolri Jenderal Idham Azis terkait pembahasan kemajuan penanganan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Jokowi tidak memberi tenggat waktu lagi kepada kepolisian untuk menyelidiki kasus penyiraman air keras itu.

Jokowi mengatakan, Idham telah melapor kepadanya tentang perkembangan kasus Novel. Idham juga menyampaikan kepadanya ada temuan baru dalam penyelidikan yang dilakukan tim teknis kepolisian.

Baca Juga: KPK Tanggapi Positif Adanya Temuan Baru Kasus Novel Baswedan

“Saya tanyakan langsung ke kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau ndak. Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh sebab itu, saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya segera diumumkan,” katanya, Selasa 10 Desember 2019.

Ia mengatakan, ketika menyampaikan secepatnya diumumkan, itu bukan berarti diumumkan dalam hitungan bulan, melainkan hari. “Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian. Tanya langsung ke sana (kapolri),” katanya.

Indonesia tak patuh UNCAC

Sementara itu,  Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menyatakan akibat adanya revisi Undang-Undang KPK menyebabkan Indonesia tak patuh dengan Konvensi PBB Antikorupsi atau disebut United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Syarif, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa 10 Desember 2019, menyatakan bahwa sebelumnya Indonesia telah meratifikasi UNCAC.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X