Wacana Revisi Materi Khilafah dan Jihad Dianggap Tidak Perlu

- 9 Desember 2019, 17:07 WIB
FOTO ilustrasi anak-anak mengaji.*/ANTARA /null

Ace yang sempat mengenyam pendidikan pesantren pun mnyebut dulu di pondok dia belajar tentang konsep fiqh siyasi (fiqh politik) yang mengacu pada kitab Ahkam Al-Sultoniyah karangan Imam Mawardi.

ILUSTRASI belajar mengaji.*/DOK. PR
ILUSTRASI belajar mengaji.*/DOK. PR

Baca Juga: Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Karawang Alami Penundaan

Kitab ini memuat tentang konsep politik khilafah. Namun dengan mempelajari kitab itu bukan berarti santri mengikuti ajaran khilafah.

"Karena itu tidak mungkin diterapkan dalam sistem politik saat ini. Para Kyai kami menjelaskan tentang konsep itu merupakan ijtihadiyah yang tidak bisa diterapkan saat ini. Menurut para Kyai kami dulu, kita sudah tepat menjadikan sistem yang saat ini kita anut dengan Pancasila sebagai dasar kehidupan kebangsaan kita sebagai bentuk final bernegara," ucap dia.

Justru dengan dipelajarinya konsep khilafah secara komprehensif dan diajarkan oleh guru yang menguasai konsep fiqh siyasah secara utuh disertai berbagai ketidakmungkinan diterapkan dalam konteks negara modern saat ini, membuat peserta didik akan semakin terbuka pemahamannya tentang ketidakmungkinan khilafah itu diterapkan.

Baca Juga: Peringati Hari Antikorupsi, Wabup Bandung Minta Instansi Pemerintah Transparan Soal Anggaran

"Begitu juga dengan ayat perang atau jihad merupakan salah satu doktrin Islam. Tentu dengan penafsiran yang tidak ekstrimistis. Dalam ajaran Islam itu ada konsep  jihad tapi jihad itu harus dijelaskan dalam prespektif yang lebih menekankan pada aspek spiritualitas agama yang rahmah, bukan perang seperti pemahaman kelompok radikalis," ucap dia.

Ace menambahkan, yang seharusnya dikedepankan adalah kemampuan para pendidik untuk menjelaskan tentang konsep kenapa kita menerapkan sistem kenegaraan kita saat ini.

"Dimana Pancasila & NKRI sebagai pilihan yang tepat dan keharusan kita mengedepankan moderasi beragama," ucap dia.***

loading...

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X