Sabtu, 25 Januari 2020

Novel Baswedan Tantang Keberanian Kabareskrim Polri Selesaikan Kasus Penyiraman Air Keras Saat Menjabat Penyidik KPK

- 9 Desember 2019, 16:28 WIB
Novel Baswedan yang menjadi korban penyiraman air keras. /

JAKARTA (PR) - Korban peyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini belum ada kepastian dari aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Novel Baswedan pun menantang kebeneranian Kabareskrim Polri yang baru Irjen Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya sejak tahun 2017.

Ia pun masih terus meyakini, ada keterlibatan orang besar di Indonesia terhadap kasus itu.

Baca Juga: Kisruh Pemecatan Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI, Komisi I DPR Beri Waktu Tiga Bulan

Tantangannya ini disampaikan Novel Baswedan saat menghadiri Anti-Corruption Film Festival sebuah rangkaian acara Hari Anti Korupsi Sedunia 2019, di Jakarta, Minggu 8 Desember 2019.

"Semoga Pak Sigit juga punya keseriusan dan keberanian karena tentunya masalah ini kan memang saya duga ada keterkaitan dengan orang yang cukup besar, tetapi tidak boleh terus karena hanya masalah itu kita menyalahkan kepentingan kemanusiaan, kepentingan peradaban, kepentingan membela bangsa dan negara," ujar Novel Baswedan dikutip dari ANTARA.

Hanya saja, Novel mengaku belum mengetahui kabar terbaru soal rencana pemanggilan Kapolri Jendral Idham Azis oleh Jokowi berkaitan dengan kasus dirinya.

Baca Juga: Pidato Hari Antikorupsi, Jokowi Sebut Pentingnya Rekrutmen Politik dalam Membuat Pagar Penyelewengan

Novel hanya mengetahui bahwa Idham Azis sudah diberikan mandat untuk mengungkap kasus tersebut.

Bahkan terhitung, Jokowi sudah memberikan waktu empat kali kepada polri untuk menyelesaikan kasus yang terjadi sejak tahun 2017 silam itu.

Ia pun heran kenapa pihak kepolisian terkesan mandek dan tidak bersemangat menyelesaikan kasusnya.

"Saya pastinya tidak tahu, cuma setelah empat kali diberi waktu sama Pak Presiden masa iya perintah presiden diabaikan, kan keterlaluan," jelas Novel.

Baca Juga: Jenderal Idham Azis Dipanggil Jokowi Soal Kasus Novel, Polri Menyikapi dengan Enteng

Menyikapi kasusnya, Novel berharap agar penyerangan-penyerangan lain terhadap pegawai KPK dapat terungkap juga.

Karena ia menilai, bukan tidak mungkin ada keterkaitan. Baginya, orang yang menyerang terhadap penyidik yang berjuang memberantas korupsi harus diungkap bukan malah ditutupi.

"Karena tidak boleh dibiarkan orang yang berjuang memberantas korupsi terus nalah diserang dan kemudia perkaranya di tutup," pungkas Novel.***


Editor: Agil Hari Santoso

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X