Kamis, 23 Januari 2020

2 Hari Terjebak Longsor, 9 Orang Penambang Selamat

- 8 Desember 2019, 13:18 WIB
PROSES evakuasi longsor dan banjir di Kecamatan Bayah dan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sejak Jumat 6 Desember hingga Minggu 8 Desember 2019.* /DOK. KORAMIL 0313/MALINGPING

LEBAK, (PR) - Akibat hujan deras yang berlangsung hampir selama 4,5 jam pada Jumat 6 Desember 2019 lalu, menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik di Kabupaten Lebak. Tepatnya di wilayah Kecamatan Bayah dan Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Bahkan 9 penambang emas terjebak longsor di Kecamatan Cibeber.

"Para penambang emas ini sedang menjalankan rutinitasnya seperti biasa di Kampung Panggeleseran, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Tiba-tiba saat hujan deras tersebut, akses masuk menuju lokasi tambang tertutup," kata Kapendam III/Siliwangi, Kolonel (Inf) F.X Sri Wellyanto Kasih, saat dikonfirmasi pada Minggu 8 Desember 2019.

Menurut Welly akibatnya para penambang ini sejak Jumat 6 Desember 2019 malam terjebak di lokasi penambangan‎. Maka dari itu TNI dari Kodim 0603/Lebak melakukan tindakan pencarian. "Kodim menurunkan 45 orang personelnya dibantu BPBD Lebak 6 personel, SAR Lebak 12 orang dan PMI Lebak sebanyak 8 orang," katanya.

Baca Juga: Indonesia Kokoh di Posisi Dua Klasemen Medali SEA Games 2019

Selain itu pencarian pun melibatkan para relawan dari ormas sebanyak 30 orang, sementara masyarakat setempat juga membantu yang berjumlah 53 orang. "Sebanyak 5 unit alat berat juga digunakan untuk mencari para korban ini," katanya.

Tim gabungan yang dikomandoi Dandim 0603/Lebak Letnan Kolonel (Kav) Yudha Setiawan ini, akhirnya berhasil menemukan 9 orang penambang emas tersebut. Bahkan para penambang ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu 8 Desember 2019 sekira pukul 06.15 WIB.

"Setelah dilakukan penyelamatan tersebut, para korban lalu dirawat di Puskesmas Citorek, Kecamatan Cibeber. Sementara dikarenakan akses yang juga terhambat longsor dan banjir maka tim membawa para korban melalui wilayah Cipanas," katanya.

Baca Juga: Tersimpan Puluhan Tahun di Belanda, Harta Karun Seni Bali Terkuak

Berdasarkan data yang dihimpun, para korban ini adalah Asda bin Sarnawi, Dari bin Sarnawi, Tata bin Sade, Ade bin Jaham Nurpai bin Sarman. Selain itu korban lainnya adalah. Suwanda bin Surahman, Julin bin Jaham, Surahman bin Irwan dan Hamdun. Rata-rata usia korban adalah pada usia produktif.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X