Senin, 27 Januari 2020

Salah Persepsi, Ini Manfaat Susu Kental Manis yang Sebenarnya

- 8 Desember 2019, 11:08 WIB
ILUSTRASI minum susu.* /DOK. CANVA

PIKIRAN RAKYAT (PR) - Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) melakukan penelitian terkait persepsi masyarakat terhadap susu kental manis. Sebanyak 73 persen responden mengetahui informasi susu kental manis sebagai susu dari iklan televisi.

"Iklan sebagai promosi produk yang ditayangkan berulang yang akhirnya akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap produk yang diiklankan," kata Ketua harian YAICI, Arif Hidayat.

"Contohnya adalah susu kental manis, selama ini diiklankan sebagai susu, maka hingga hari ini masih ada masyarakat yang mengkonsumsi susu kental manis sebagai susu, meskipun BPOM telah melarang," katanya.

Dalam aturan yang berlaku disebutkan pelarangan menggunakan visualisasi gambar susu cair dan atau susu dalam gelas serta disajikan dengan cara diseduh untuk dikonsumsi sebagai minuman. Poin ini cukup jelas dan tegas menyebutkan bahwa susu kental manis tidak boleh disajikan dalam bentuk minuman.

Baca Juga: Canggih, Pedagang Pasar di Cirebon Bayar Retribusi Pakai QR Code

Hasil penelitian yang dilakukan pada 12 Kabupaten/Kota di enam provinsi yaitu Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Aceh, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Tengah itu juga menunjukkan 37 persen responden beranggapan bahwa susu kental manis adalah susu bukan topping.

Wakil Ketua IV Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj. Aniroh Slamet Yusuf dalam acara Edukasi Gizi untuk Menyikapi Iklan Pangan Menyesatkan dalam Upaya Melindungi & Mewujudkan Generasi Sehat, Indonesia Unggul yang diselenggarakan PP Muslimat bekerjasama dengan YAICI, mengatakan bahwa penggunaan susu kental manis sebenarnya tidak untuk dikonsumsi sebagai minuman, terutama pada anak-anak, karena susu kental manis adalah toping atau penambah rasa pada makanan.

"Susu kental manis sebenarnya toping atau perasa makanan bukan untuk dikonsumsi, karena konsumsi SKM yang salah telah menimbulkan korban gizi buruk di Batam dan Kendari sebelumnya," kata Aniroh Slamet Yusuf, Minggu 8 Desember 2019, seperti dikutip Antara.

Baca Juga: Pelajar di Kebumen Tenggelam Usai Rayakan Ulang Tahun

Halaman:

Editor: Ari Nursanti

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X