Kamis, 23 Januari 2020

Petir Cenderung Menyambar Tempat Terbuka, Berikut Penjelasan BMKG

- 8 Desember 2019, 10:07 WIB
PETIR menyambar kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Senin 24 Desember 2018 lalu.* /ANTARA

KUPANG, (PR).- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari, Agung Sudiono Abadi memaparkan bahwa petir cenderung memilih tempat yang terbuka sebagai sasaran sambarannya. Dengan demikian masyarakat perlu waspada saat beraktivitas di kawasan seperti itu. 

"Petir cenderung memilih tempat terbuka, objek yang tinggi, dan tonjolan di permukaan bumi. Obyek tinggi bisa berupa tiang ataupun pohon, dan tonjolan bisa berupa bukit atau gunung maupun manusia, hewan, dan bangunan yang berada di tempat terbuka," katanya kepada Antara, Minggu, 8 Desember 2019. 

Baca Juga: Minum Es Saat Cuaca Panas Bisa Picu Heat Stroke, Siapa Bilang?

Penjelasan Agung tersebut menjawab pertanyaan daerah seperti apa yang rawan terkena sambaran petir dan perlu dihindari oleh masyarakat saat cuaca buruk atau hujan. Artinya, orang yang berada di tengah sawah, bermain bola di lapangan, maupun berlayar di atas kapal di lautan terbuka, berpotensi menjadi objek yang rawan disambar petir.

Petir, kata Agung, akan menyambar apa pun tanpa memilih-milih dan dapat menyambar beberapa objek sekaligus. Karena itu, masyarakat harus selalu waspada pada kilatan-kilatan petir

Baca Juga: Terjadi 1.306 Gempa di Indonesia Selama November, Ini Penjelasan BMKG

Petir, kilat, atau halilintar merupakan gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. 

Agung menyebut, perbedaan waktu kemunculan petir dan guruh disebabkan perbedaan antara kecepatan suara dan cahaya.***


Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X