Kamis, 23 Januari 2020

1.056 Kasus Pelarangan Hak Berkumpul Terjadi pada 2015-2018

- 6 Desember 2019, 20:39 WIB
HAK asasi manusia.* /FOREIGN POLICY

JAKARTA, (PR).- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras merilis laporan yang mencatat sebanyak 1.056 peristiwa pelanggaran hak berkumpul secara damai terjadi dalam rentang waktu 2015-2018.

"Terhitung sejak 2015 hingga 2018, Kontras mendokumentasikan 1.056 peristiwa pelanggaran berkumpul secara damai," ujar peneliti Kontras Rivanlee Anandar di Jakarta, Jumat 6 Desember 2019 kepada Antara.

Rivan mengatakan, data tersebut diperoleh Kontras melalui pemantauan media, turun langsung ke lapangan di beberapa daerah, serta informasi dari jaringan yang dimiliki.

Adapun secara kewilayahan, studi kasus tersebut dilengkapi dengan wawancara dan penggalian informasi mendalam di daerah Jawa Barat, Yogyakarta, dan Papua.

Baca Juga: Perkawinan Anak Melanggar Hak Asasi Manusia

Dari temuan di tiga lokasi tersebut, kata Rivan, diketahui bahwa terdapat tren yang menguat untuk membatasi ruang ekspresi, termasuk pembatasan khusus terhadap hak berkumpul secara damai di muka publik.

HAK asasi manusia.*
HAK asasi manusia.*

Rivan mengatakan dalam laporan Kontras ditemukan adanya poIa-pola yang berulang. Pertama, adanya pola pembatasan hak berkumpul menggunakan restriksi aparat penegak hukum yang tidak terukur.

"Adanya keterlibatan aparat negara dalam pelanggaran pembatasan hak kebebasan berkumpul, baik secara langsung maupun tidak langsung, atau dengan kata lain polanya adalah pembiaran, serta minimnya pemahaman aparat mengenai hak kebebasan berkumpul," kata dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X