Soal Dirut Garuda, Jokowi: Pesannya Tegas Sekali

- 6 Desember 2019, 20:19 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir usai kasus penyelundupan. Bagaimana kondisi keuangan Maskapai Burung? /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo menegaskan untuk tidak menggulangi kasus penyeludupan seperti yang terjadi di PT Garuda-Indonesia">Garuda Indonesia sehingga mengakibatkan pemecatan Dirut Ari Akshara

"Sudah diputuskan oleh Menteri BUMN (Erick Thohir). Udah itu tegas sekali. Saya kira pesannya tegas sekali. Jangan ada yang mengulang-ulang seperti itu lagi," kata Jokowi usai peresmian Tol JORR 2 Kunciran-Serpong di Gerbang Tol Parigi, Tangerang Selatan, Jumat 6 Desember 2019.

Kepala Negara juga mengapresiasi sikap tegas Menteri BUMN dan tidak ada lagi yang main-main untuk melakukan penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum.

Baca Juga: Menilik Kondisi Keuangan Garuda Tahun 2018 Usai Ari Askhara Dipecat Lantaran Selundupkan Motor Gede

"Pesan untuk semuanya, jangan main-main," kata Jokowi seperti dilaporkan Antara.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir akan memberhentikan Direktur Utama Garuda Ari Askhara terkait dengan kasus motor Harley-Davidson dan sepeda Brompton yang diduga diselundupkan melalui pesawat baru jenis Airbus A330-900 seri Neo.

Baca Juga: Fuad Rizal Jadi Plt. Dirut Garuda, Awak Kabin Garuda Indonesia Nilai Ari Askhara Cenderung Kontroversial

Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp 200 juta dan Rp 800 juta per unit.

Ia menyebutlam nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp 50 juta dan Rp 60 juta/unit.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X