Selasa, 21 Januari 2020

Airlangga Hartarto Pastikan Nyalon dari Golkar Tanpa Mahar

- 6 Desember 2019, 08:20 WIB
WAKIL Presiden KH Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) menutup Musyawarah Nasional (Munas) partai berlogo pohon beringin itu di Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.* /ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Musyawarah Nasional X Partai Golkar yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta 3 sampai 5 Desember 2019 mencanangkan pencalonan tanpa mahar untuk setiap kontestasi politik. Hal itu disampaikan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang baru saja dipilih kembali untuk memimpin Golkar lima tahun ke depan secara aklamasi.

Disampaikan dalam pidato penutupan Munas, Airlangga menyebut hal ini sudah akan dilakukan sejak Pilkada 2020 yang penyelenggaraannya kurang dari satu tahun lagi. Menurut dia, hal ini penting sebagai bagian dari upaya mendorong kader Beringin untuk maju mencalonkan diri.

"Kita wajib bantu mendorong agar kader-kader kita di daerah akan didukung juga termasuk kewajibannya, bukan dibebani hal yang akan memberatkan para kader tersebut," kata Airlangga, Kamis, 5 Desember 2019 malam.

Baca Juga: Golkar Tambah Dua Posisi Dewan untuk LBP dan JK?

Menurut dia, langkah seperti itu bukan hanya untuk Golkar, tapi juga demi bangsa yang berkeadilan dan bermartabat. Dengan cara ini dia berharap regenerasi kepemimpinan Indonesia ke depan bisa lebih baik dari pada sebelumnya.

"Semua kita lakukan bukan hanya untuk Golkar namun untuk Indonesia yang bermartabat dan berkeadilan," katanya.

Adapun program prioritas yang dihadirkan saat Munas adalah mendorong agar Partai Golkar menggalang pemilih mulai dari pemilih pemula sampai fungsional agar elektabilitas Golkar meningkat. Ini tentunya akan mempengaruhi Golkar di event-event politik seperti Pilkada 2020 dan lebih jauh lagi Pileg Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga: Bidik Kemenangan Pilpres dan Pileg 2024, Golkar Dukung Pemekaran Wilayah

"Partai Golkar juga mendahulukan pelatihan kader lewat Golkar Academy. Ini semacam sekolah kebijakan publik. Partai Golkar juga melembagakan saksi yang saat pemilu sudah dilakukan lewat aplikasi SaksiKu. Lalu Agenda politik nasional jangka pendek seperti yang diharapkan Presiden mendukung ominibus law perpajakan dan cipta kerja," ucap dia.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X