Inspeksi Mendadak, 11 Mobil Mewah Ditempeli Stiker Pengingat Bayar Pajak

- 6 Desember 2019, 08:00 WIB
Dokumentasi Humas KPK /

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi mendampingi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta dan Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (UP PKB-BBNKB) Jakarta Utara melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah. Nilai pajak 246 kendaraan mewah tertunggak se-Jakarta Utara mencapai Rp 8 miliar.

“KPK melakukan pendampingan dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah bersama jajaran BPRD DKI Jakarta dan UP PKB-BBNKB (Samsat) Jakut menagih pajak secara langsung dengan menempelkan stiket pada tiga jenis objek pajak yang belum melunasi kewajiban pajak, yaitu kendaraan bermotor, PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan restoran,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis, 5 Desember 2019.

Febri mengatakan, ada 11 mobil mewah yang ditempelkan stiker pengingat bayar pajak terparkir di kawasan parkir apartemen Regatta, pantai Mutiara, Pluit, Penjaringan, Jakut. Sebelas mobil mewah itu terkonfirmasi belum membayar pajak berdasarkan data pada aplikasi cek ranmor (kendaraan bermotor,red) DKI Jakarta serta dicocokkan dengan data yang dimiliki BPRD DKI Jakarta.

Baca Juga: Sidang Penipuan Umrah PT SBL, Uang Calon Jemaah Dipakai Belanja Mobil Mewah

Merk kendaraan mewah tersebut diantaranya Lamborghini, Bentley, Audi, Mercedes-Bens, Range Rover, Jeep Rubicon. Temuan lain selama sidak berlangsung, ada mobil mewah yang lebih dari 12 tahun menunggak pajak serta ada beberapa plat kendaraan ketika dicek tidak sesuai dengan jenis mobilnya.

Dia mengungkapkan, nilai pajak 246 kendaraan mewah tertunggak se-Jakarta Utara sebesar Rp 8 miliar, di mana yang sudah membayar sebanyak 76 kendaraan senilai Rp 2,6 miliar. Sehingga sisa kendaraan mewah yang belum membayar pajak sebanyak 170 dengan nilai total pajak terhutang Rp 5,4 miliar.

“KPK dan BPRD menghimbau agar para WP (wajib pajak) yang memiliki kewajiban membayar pajak segera lakukan pembayaran ke Samsat terdekat,” tuturnya.

Baca Juga: Samsat Gandeng PT Pos Indonesia untuk Tingkatkan Kepatuhan Bayar Pajak

Selain itu, lanjut dia, dilakukan juga penempelan stiker pada objek PBB dan restoran yaitu di Baywalk Mall, Pluit Penjaringan karena 2 bulan terlambat membayar pajak PBB. Periode 2019 sebesar Rp 5,4 miliar dan 1 restoran makanan Jepang di dalam mal, karena diketahui tidak rutin membayar pajak kisaran Rp 90-100 juta per bulan.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X