Senin, 20 Januari 2020

50 RUU Masuk Prolegnas Prioritas, Ini Daftar Lengkapnya

- 5 Desember 2019, 20:08 WIB
SUASANA Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.* /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Panitia kerja (panja) di DPR telah menetapkan program legislasi nasional (prolegnas) tahun 2020-2024 yang terdiri atas 247 RUU.

RUU itu terdiri atas RUU usulan DPR, pemerintah, dan DPD, serta tiga RUU yang merupakan RUU daftar kumulatif terbuka. Sementara dari jumlah itu ada 50 RUU yang masuk prolegnas prioritas tahun 2020.

Ketua Panja Prolegnas DPR RI, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan terdapat 4 dari 50 RUU tersebut yang di carry over dari periode DPR sebelumnya, di antaranya RUU tentang Biaya Materai, RUU tentang RKUHP, RUU Pemasyarakatan dan RUU tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Dengan catatan bahwa RUU yang masuk dalam carry over tetap harus mendapatkan pembahasan yang mendalam tentang atas pasal-pasal yang mendapatkan perhatian khusus dari publik," kata Rieke, Kamis 5 Desember 2019.

Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Ini Diserbu 800 Aspirasi Warga

Di samping 50 RUU tersebut, terdapat 3 RUU Kumulatif yang akan dibahas dalam Prolegnas tahun 2020 mendatang di antaranya RUU tentang Mahkamah Konstitusi, RUU Komisi Kebenaran dam Rekonsiliasi dan RUU tentang Pengkoperaaian.

Dari 50 RUU tersebut, terdapat beberapa RUU yang menjadi perbincangan hangat dan kontroversial di tengah-tengah masyarakat yang akan digodok DPR tahun depan 2020.

"Mereka di antaranya RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (Kamtan Siber), RUU Pertanahan, RUU Ibu Kota Negara, RUU Penyadapan, RUU Perlindungan Tokoh Agama dan Simbol Agama, RUU tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dua RUU yang berkaitan dengan Omnibus Law," ucap dia.

Sementara itu, 247 RUU Prolegnas jangka panjang tahun 2020-2024 nantinya akan dibahas melalui mekanisme program legislasi tahunan.

"Jadi kalau tidak masuk prioritas tahunan, tidak bisa dibahas. sehingga pertarungan berikutnya adalah longlist sebanyak ini tidak menjadi masalah karena ini kan memang longlist termasuk dari masukan dari masyarakat dan sebagainya," kata dia.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X