Senin, 16 Desember 2019

Kasus Dugaan Suap Garuda Indonesia, Mantan Dirut Garuda Segera Disidang

- 4 Desember 2019, 20:44 WIB
MANTAN Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (kanan) berjalan masuk untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019. Emir diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin dari Airbus dan Rolls-Royce ke PT Garuda Indonesia.*/ANTARA /

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan pencucian uang untuk dua orang tersangka.

Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) dan bekas Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo (SS) segera disidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Penanganan perkara ini membutuhkan waktu sekitar 2 tahun dan 11 bulan terhitung sejak penerbitan sprindik pada 16 Januari 2017," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu, 4 Desember 2019.

Baca Juga: Generasi Milenial Mulai Garap Sektor Pertanian

Febri mengatakan, selama proses penyidikan tersebut tim mengidentifikasikan kontrak bernilai milyaran dolar Amerika Serikat (AS) yang ditandatangani oleh Garuda Indonesia, yaitu, kontrak pembelian mesin dan perawatan mesin (Total Care Program) Trent seri 700 dengan perusahaan Rolls Royce.

Lalu kontrak pembelian pesawat Airbus A330 dan Airbus A320 dengan perusahaan Airbus S.A.S, kontrak pembelian pesawat ATR 72-600 dengan perusahaan Avions de Transport Regional (ATR), dan kontrak pembelian pesawat Bombardier CRJ 1000 dengan perusahaan Bombardier Aerospace Commercial Aircraft.

"Selain itu, ditemukan dugaan aliran dana yang jauh lebih besar, yaitu dari dugaan awal sebesar Rp 20 miliar menjadi Rp 100 miliar untuk sejumlah pejabat di Garuda Indonesia," tuturnya.

Dalam proses penyidikan ini pun, KPK mengungkap adanya praktek pencucian uang dan menetapkan Emirsyah dan Soetikno sekaligus sebagai tersangka pencucian uang.

Dia menyatakan, KPK berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan proses yang lebih efisien dengan cara menggabungkan penanganan korupsi dan pencucian uang dalam perkara ini dan dalam waktu dekat akan dibawa ke persidangan.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X