Senin, 16 Desember 2019

Lewat Sampel Arang dan Serangga, IPB Teliti Efek Kebakaran Hutan Kalimantan

- 4 Desember 2019, 12:04 WIB
ILUSTRASI kebakaran*/ DOK.PIKIRAN RAKYAT /DOK. PIKIRAN RAKYAT

BANJARMASIN, (PR).- Tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan verifikasi dan sampling untuk mengambil sampel lahan terbakar pada dua lokasi areal Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

"Pengambilan sampel ini untuk diteliti penyebab kebakaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi setelah lahan terbakar," kata Prof Bambang Hero Saharjo, ahli kebakaran hutan IPB, di lokasi HGU PT TAL, dilansir Antara, Rabu, 4 Desember 2019.

Sejumlah sampel diambil tim ahli mulai arang pohon bekas kebakaran, tanah permukaan dan bagian bawah, hingga ranting pohon segar sebagai perbandingan. Bahkan, serangga yang hidup di sekitar pun diambil sampelnya untuk diteliti.

"Sampel di lapangan ini akan kami rekonstruksi dengan bukti ilmiah berdasarkan informasi dari satelit untuk memastikan titik terbakarnya. Sebetulnya jujur kami sudah mendapatkan informasi itu tinggal diaplikasikan saja," ujarnya.

Baca Juga: Bantu Industri Sawit, Inovasi Mahasiswa IPB Diakui Dunia

Tak hanya Prof Bambang, penyidik Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel yang melakukan penyidikan terhadap kasus Karhutla di dua korporasi perkebunan kelapa sawit itu, juga menghadirkan Dr Basuki Wasis sebagai ahli kerusakan lingkungan IPB.

Ahli lingkungan menyoroti kerusakan hutan galam di lahan yang terbakar tersebut. Padahal, tumbuhan kayu asli rawa yang tumbuh pada hutan gambut dangkal itu hakikatnya perlu dijaga untuk keseimbangan alam.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel, AKBP Endang Agustina menerangkan bahwa naiknya proses penyelidikan ke penyidikan terhadap dua korporasi itu berdasarkan landasan hukum dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2001 tentang Pengendalian Kerusakan dan atau Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan atau Lahan.

Baca Juga: Belum Turun Hujan Hingga November, Beberapa Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X