Sabtu, 7 Desember 2019

6 Menteri Belum Serahkan LHKPN, Padahal Pelaporan Kekayaan Jauh Lebih Mudah

- 3 Desember 2019, 16:05 WIB
JURU Bicara KPK Febri Diansyah.* /Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengimbau para menteri dan anggota Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 agar segera menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Hingga kini tercatat 6 menteri Presiden Joko Widodo belum melakukan pelaporan harta kekayaan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, sampai saat ini KPK masih menunggu pelaporan harta kekayaan dari 11 orang pejabat, yaitu 6 orang menteri dan satu kepala badan, serta 4 orang wakil menteri.

Baca Juga: Serahkan LHKPN, Mahfud MD Sebut Ada Penambahan Harta Kekayaan

“Enam menteri yang belum melaporkan LHKPN ini sebagian besar berasal dari pihak swasta. Kami memahami pelaporan LHKPN mungkin merupakan hal yang baru oleh yang bersangkutan, karena itu jika ada yang perlu dibantu, tim LHKPN di KPK akan mendampingi,” tutur Febri, Selasa, 3 Desember 2019.

Dia menuturkan, proses pelaporan LHKPN untuk 11 pejabat tersebut masih dapat dilakukan hingga 20 Januari 2020 mendatang, yaitu maksimal 3 bulan setelah menjabat sebagai penyelengara negara.

Selain itu, KPK juga sudah menyelesaikan pembahasan tentang sejumlah pejabat baru di lingkungan Kepresidenan, Wakil Presiden ataupun Menteri Kabinet, yaitu yang menjabat sebagai staf khusus atau staf ahli.

Baca Juga: KPK Ingatkan Staf Khusus Presiden-Wapres Tak Terima Suap dan Gratifikasi

Sepanjang posisi mereka setara Eselon I, maka berdasarkan Pasal 2 angka 7 dan Penjelasan UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dari KKN, maka mereka termasuk kualifikasi penyelenggara negara, sehingga wajib melaporkan LHKPN ke KPK.

“KPK juga menunggu pelaporan LHKPN dari para staf khusus, staf ahli baik di lingkungan Kepresidenan, Wakil Presiden ataupun Kementerian yang jabatannya setara Eselon I atau terdapat aturan khusus di Kementerian masing-masing tentang wajib lapor LHKPN,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

X