Jumat, 13 Desember 2019

Tolak Tiga Periode, Pengamat Politik Nilai Pernyataan Presiden Jokowi Tak Multitafsir

- 3 Desember 2019, 12:10 WIB
PRESIDEN Joko Widodo.* /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai wacana perpanjangan masa jabatan presiden dinilai pengamat politik sebagai pernyataan yang keras dan lugas. Partai politik koalisi pengusul wacana tersebut hendaknya mempertimbangkan kembali bila ingin terus menggelontorkan wacana masa jabatan presiden.

Pengamat Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan bahwa pernyataan presiden tersebut sangat keras, tegas, dan eksplisit dengan pilihan diksi "menjerumuskan". Presiden dinilainya telah dengan sangat jelas menyampaikan pesannya.

“Pilihan diksi ini mengandung makna tunggal, sama sekali tidak menimbulkan multitafsir,” ujarnya, Selasa, 3 Desember 2019.

Baca Juga: Usulan Masa Jabatan Tiga Periode, Presiden Jokowi: Itu Ingin Menampar Muka Saya

Menurut Emrus, pesan tersebut secara gamblang merujuk kepada orang yang mengusulkan atau mewacanakan jabatan presiden tiga periode. Orang-orang tersebut, dinilai Jokowi, berupaya mendorong agar Sang Presiden jatuh tersungkur atau masuk jurang. Emrus sendiri mengaku sangat menyayangkan adanya usulan masa jabatan presiden tersebut.

Emrus menambahkan, para politisi tersebut harus mempertanggungjawabkan pernyataan yang sudah disampaikan ke ruang publik itu. Salah satu bentuk pertanggungjawaban publiknya, kata dia, bisa saja partai penaung orang yang mengusulkan masa jabatan tersebut, mempertimbangkan untuk berada di luar koalisi pemerintah.

“Jika berada di luar koalisi, usulan jabatan presiden tiga periode bisa lebih leluasa terus digelorakan. Tentu bukan untuk presiden hasil Pemilu 2019, tetapi untuk hasil Pilpres 2024 atau periode selanjutnya,” kata Emrus.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X