Senin, 9 Desember 2019

Ketua Dewan Masjid Inggris Raya Kagum dengan Konsep Pesantren di Indonesia

- 3 Desember 2019, 10:27 WIB
WORLD Halal Summit (WHS) di Istanbul, Turki, 28 November-1 Desember 2019. * /DOK OPOP

BANDUNG, (PR).- Sejumlah delegasi dunia mengaku kagum dengan sistem pendidikan pesantren di Indonesia yang bisa menggabungkan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (community building). Selama ini dunia Islam menganggap lembaga pendidikan Islam di manapun tidak memiliki fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kekaguman tersebut di antaranya dilontarkan Ketua Dewan Masjid Inggris Raya, Necdet Kolca, pada World Halal Summit (WHS) di Istanbul, Turki, dari 28 November-1 Desember 2019. Pada gelaran WHS tersebut Jawa Barat mengirimkan lima pesantren peserta program One Pesantren One Product (OPOP).

“Ini menarik. Kok, yang melakukan bisnis bukan entitas bisnis, tapi lembaga pendidikan. Kok, bisa ya, pesantren di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai entitas keagamaan, tapi juga menjadi entitas bisnis atau entitas sosial keagamaan,” ujar Kolca, melalui siaran pers yang diterima Pikiran Rakyat, Selasa 3 Desember 2019.

Baca Juga: Kontingen Santri Jawa Barat Juara Umum Pospenas 2019

Kolca mengatakan, jumlah muslim di Inggris kian bertambah. Dia berjanji akan mengabarkan sistem pendidikan pesantren yang unik tersebut kepada komunitas muslim di Inggris.

Bahkan, ia mengatakan bahwa Dewan Masjid Inggris akan mengirim anak-anak muslim pada liburan tahun depan untuk berkunjung ke pesantren-pesantren Jabar. Mereka akan mempelajari Islam yang peduli pada pembinaan ekonomi umat. Anak-anak itu akan belajar pertanian di Pesantren Al-Ittifaq, Ciwidey, Bandung.

Kolca mengatakan, selama ini banyak organisasi amal Islam dunia yang memberikan sumbangan kepada lembaga pendidikan keagamaan di negara-negara Afrika. Dengan adanya pameran yang diikuti peserta OPOP itu, dia mendapat informasi unik tentang pesantren di Indonesia. 

“Saya akan memberitahu para donatur Eropa agar mengalihkan sebagian donasinya ke pesantren di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Masuk Proyek Strategis Nasional, Presiden Jokowi Ingin UIII Jadi Pusat Kajian Peradaban Islam


Halaman:

Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

X