Selasa, 10 Desember 2019

Serahkan LHKPN, Mahfud MD Sebut Ada Penambahan Harta Kekayaan

- 2 Desember 2019, 19:11 WIB
MENKO Polhukam Mahfud MD (kanan) menjawab pertanyaan wartawan seusai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di gedung KPK, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Mahfud MD menyerahkan LHKPN setelah menjabat Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) dalam Kabinet Indonesia Maju.* /ANTARA

JAKARTA, (PR).- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin, 2 Desember 2019.

Mahfud tercatat terakhir kali melaporkan hartanya pada 1 April 2013 silam untuk LHKPN periodik 2012 sebagai mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

"Untuk memenuhi kewajiban sebagai pejabat negara, menyerahkan LHKPN. Hanya itu, tidak ada yang lain," ucap Mahfud di pelataran Gedung KPK, usai menyerahkan laporannya ke Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN.

Baca Juga: Bambang Soesatyo Pastikan Beri DPD II Keleluasaan

Dia pun menuturkan ada penambahan harta kekayaan dalam laporan LHKPN-nya kali ini. "Sejak laporan terakhir saya jadi pejabat tahun 2013, tentu ada penambahan. Kan sudah enam tahun," ujarnya.

Dikutip dari laman https://acch.kpk.go.id/pengumuman-lhkpn/, Mahfud tercatat memiliki harta Rp 15,063 miliar dan 104.615 dolar Amerika Serikat (USD) dalam pelaporan LHKPN per tanggal 1 April 2013.

Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan dengan total senilai Rp 4,260 miliar serta harta bergerak berupa tujuh unit mobil senilai Rp 777 juta.

Mahfud tercatat memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 73,2 juta.

Lalu kas dan setara kas lainnya Rp 9,953 mliar dan USD 104.615. Dalam laporan LHKPN itu, Mahfud tercatat tak memiliki utang maupun piutang.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X