Selasa, 25 Februari 2020

Pemindahan Ibu Kota Negara Harus Bisa Dikenang Hingga 400 Tahun

- 30 November 2019, 13:10 WIB
MONAS/ANTARA /null

JAKARTA, (PR).- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyebut, pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta menuju Kalimantan Timur bukan merupakan perkara sepele.

“Ini bukan proyek. Orang kadang bilangnya itu This is a big project and a lot of opportunity, tapi saya kira tidak begitu,” katanya dalam acara Lokakarya Penerapan Omnibus Law dalam Pelaksanaan Kebijakan Pemindahan Ibu Kota Negara di Jakarta, Jumat 29 November 2019.

Suharso menuturkan bahwa ada yang lebih penting dari sekadar pandangan orang tentang besarnya proyek dan kesempatan bisnis, yaitu sejarah terbentuknya DKI Jakarta yang saat ini telah berusia 492 tahun.

“Semua itu ikutannya (proyek dan kesempatan bisnis), tetapi yang terpenting adalah kita memindahkan ibu kota negara yang tentu akan kita kenang 100 hingga 400 tahun yang akan datang,” ujar Suharso Monoarfa seperti dilaoprkan Antara.

Baca Juga: Bappenas Buka Peluang Mitra Asing untuk Pembangunan Ibu Kota Baru

Ia melanjutkan pemindahan ibu kota negara juga tidak hanya sekadar memindahkan status ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, melainkan juga memindahkan lembaga legislatif yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

“DPR RI juga pindah jadi gedung itu yang indah sekali, gedung kura-kura salah satu arsitek Indonesia yang hebat dan diakui dunia,” ujar Suharso Monoarfa.

Menurut dia, gedung-gedung yang megah dan indah di Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk bisa membangun hal serupa, bahkan lebih baik di wilayah ibu kota negara yang baru.

“Tantangannya, kalau kita mau bangun kembali gedung itu harus jauh lebih baik dan lebih cantik lagi. Kan itu tantangannya,” ujar Suharso Monoarfa.

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Sumber: Antara

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X