Naskah Jawa Kuno Ini Ajarkan Kedaulatan

- 27 November 2019, 09:46 WIB
FILOLOG dari Universitas Leiden, Prof. Willem van der Molen (batik coklat). Ia mempelajari naskah jawa kuno Panji Paniba selama 30 tahun, dalam naskah itu dijelaskan masyarakat Indonesia paling tidak sudah menerapkan konsep kedaulatan sejak 1816. Menurut dia, dari naskah setebal 500 halaman itu disebutkan bahwa tanah Jawa dihuni oleh suku yang merdeka dan berdaulat.* /DHITA SETIAWAN/PR

BUKAN pemerintah Belanda yang pertama kali mengenalkan konsep kemandirian dan kedaulatan kepada masyarakat Indonesia. Konsep kedaulatan dan kemandirian sudah menjadi tujuan hidup yang dianut para nenek moyang tanah air.

Filolog dari Universitas Leiden, Prof. Willem van der Molen menuturkan, dari naskah jawa kuno Panji Paniba yang dia pelajari selama 30 tahun, masyarakat Indonesia paling tidak sudah menerapkan konsep kedaulatan sejak 1816.

Menurut dia, dari naskah setebal 500 halaman itu disebutkan bahwa tanah Jawa dihuni oleh suku yang merdeka dan berdaulat.

“Sebelum saya mempelajari Panji Paniba, setahu saya, yang saya pelajari di Belanda, nasionalisme Indonesia tumbuh awal tahun 1900, setelah Belanda membuka akses pendidikan kepada warga Jawa," kata Willem dalam seminar Java and Foreign Interventions: Perceptions on Javanese Sovereignity di Erasmus Huis, Jakarta, Selasa 26 November 2019.

Baca Juga: 6 Tersangka Pengaturan Skor di Liga 3 Seri 1 Resmi Ditahan Kepolisian

loading...

"Lalu kemudian llahir Sarekat Islam dan Budi Utomo. Tetapi, kalau mempelajari Panji Paniba, semangat nasionalisme itu sudah tumbuh jauh sebelum itu,” katanya.

Willem merupakan seorang guru besar di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Indonesia. Selain mempelajari naskah kuno Jawa dan Bahasa Indonesia, ia juga mempelajari bahasa dan naskah-naskah kuno Tiongkok dan Arab.

Menurut dia, sejak Indonesia merdeka pada 1945, rakyat Belanda masih percaya bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan pemberian dari Kerajaan Belanda.

“Dari naskah Panji Paniba saya menyimpulkan bahwa orang asing yang menang akan menemukan dirinya di sisi sejarah yang salah. Ternyata ide tentang kemandirian, kedaulatan dan kemerdekaan sudah ada sebelum Belanda membuka atau memberi kesempatan kepada warga Indonesia, khususnya Jawa saat itu untuk belajar," ujar Willem

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X