Minggu, 8 Desember 2019

Istri Pelaku Bom Medan Diduga Lebih Dulu Terpapar Radikalisme

- 14 November 2019, 21:14 WIB
PERSONEL penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Sumatera Utara memeriksa sebuah sepeda motor yang diduga milik pelaku bom bunuh diri yang terparkir di depan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu, 13 November 2019. Pemeriksaan sepeda motor bernomor polisi BK 6848 CH yang terparkir sekitar 20 meter dari pintu masuk Polrestabes Medan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya bom.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Dedi Prasetyo mengatakan bahwa DA, istri dari pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, RMN, diduga lebih dahulu terpapar paham radikalisme daripada suaminya.

"DA diduga terpapar lebih dahulu dibandingkan pelaku," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Kamis, 14 November 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan Densus 88 setelah mengamankan DA setelah terjadinya peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu, 13 November 2019.

DA juga diketahui cukup aktif di media sosial. Dalam komunikasi di media sosial, mereka diduga merencanakan aksi terorisme. "Lagi didalami dan dikembangkan (kasus)," katanya.

Pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut, diketahui berinisial RMN (24 tahun), lahir di Medan dan statusnya pelajar atau mahasiswa.

RMN beralamat di Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Kota Medan.

RMN diketahui memiliki akun Youtube dan mengunggah konten parodi liputan banjir. Di akun Youtube-nya, RMN hanya mengunggah dua video.

Polri menyebut, dalam melakukan aksinya, RMN melilitkan bom di pinggangnya. Ledakan terjadi di depan Kantor Bagian Operasi Mapolrestabes Medan, tak jauh dari pintu masuk Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri.

Ledakan membuat RMN tewas di lokasi kejadian, serta menyebabkan enam orang lainnya mengalami luka-luka. 


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X