10 Persen Penderita Diabetes Adalah Anak-anak

- 14 November 2019, 20:58 WIB
ILUSTRASI.*/CANVA

Selanjutnya jika sering lapar dianggap karena kurang konsumsi makanan. Begitu pula masyarakat yang sering buang air kecil di malam hari malah menganggap hal itu disebabkan banyaknya konsumsi air atau cairan pada siang hari.

"Padahal ini merupakan tanda-tanda diabetes sehingga seharusnya kita menjadi lebih peka," katanya.

Nila Moeloek juga mengatakan pemerintah saat ini sudah menyediakan pos binaan terpadu (posbindu) untuk menangani masyarakat yang mengidap diabetes.

"Posbindu ini merupakan fasilitas dari pemerintah untuk penanganan diabetes di Indonesia. Jadi, masyarakat perhatikan pola makan dan pemerintah sediakan fasilitasnya," kata dia.

Secara umum, posbindu merupakan kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) terintegrasi, salah satunya diabetes. Selain itu, pemerintah juga memiliki sekitar 10.000 pukesmas, 22.000 klinik mandiri dan pos pelayanan terpadu (posyandu) yang disarankan tidak hanya melayani anak-anak tetapi juga orang dewasa.

Sementara Konsultan Metabolik Endokrin Dr. dr. Fatimah Eliana mengatakan beberapa gejala diabetes yang terkadang tidak disadari yakni sering muncul rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil terutama pada malam hari, sering merasa ngantuk, sering merasa lapar dan lemas.

Apabila seseorang menemukan salah satu dari gejala tersebut, maka orang tersebut diimbau untuk segera memeriksa gula darahnya untuk melihat apakah orang itu memiliki tingkat gula darah tinggi atau tidak.

Seseorang berisiko terkena diabetes apabila tingkat gula darahnya mencapai di atas 300 mg/dL.

Atur pola makan

Dokter Spesialis Gizi Klinik RSCM Dr. dr. Fiastuti Witjaksono menyarankan penyandang diabetes menerapkan pola makan yang tepat 3J, yaitu tepat jadwal, jumlah, dan jenis agar dapat menstabilkan gula darah.

Ia menekankan penderita diabetes mengikuti panduan pola makan dengan berbagai makanan bergizi dalam takaran porsi yang tepat dan mengikuti waktu makan yang rutin dibandingkan dengan pola makan ketat yang mengurangi porsi makan.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X