Senin, 16 Desember 2019

Soroti Iklim Investasi, Jokowi Minta Semua Elemen Dukung Cipta Lapangan Kerja

- 14 November 2019, 17:27 WIB
PERESMIAN Galeri Investasi di salah satu emiten Jabar/YULISTYNE KASUMANINGRUM/PR

CIBINONG, (PR).- Presiden Joko Widodo meminta ­pemerintah daerah dan unsur Forkopimda bisa mendu­kung serta bekerja sama memperbaiki iklim ­investasi agar dapat menyerap tenaga kerja.

Cipta Lapangan Kerja dan Investasi merupakan dua substansi yang disampaikan presiden pada saat membuka Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu 13 November 2019.

”Ada dua hal agenda besar yang harus sama-sama kita perhatikan, yaitu berkaitan dengan Cipta La­pang­an Kerja dan investasi. Berkait­an dengan Cipta Lapangan Kerja, sekarang semua harus mengarah ke sana, kalau yang berhubungan de­ngan ini, saya minta semuanya du­kung, artinya iklim investasi harus betul-betul kita perbaiki,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, persoalan lapangan kerja dan investasi erat kaitannya dengan keamanan dan kelancaran perizinan. Hal ini perlu di­du­kung aparat penegak hukum yang memberikan jaminan keamanan.

”Kalau ada investasi datang ke suatu daerah, bukan urusan gubernur, wali kota/bupati saja, tapi juga urus­an keamanan, kelancaran pro­ses perizinan ini juga erat kaitannya dengan Polri, TNI, kejaksaan harus mendukung ke sana agar investasi bisa direalisasi. Jangan kita biarkan, investasi yang masuk ke daerah, sudah ketok pintu, jangan sampai tidak jadi karena tidak dilayani dengan baik, makanya layani secepatnya agar terealisasi dan memunculkan tenaga kerja,” kata Jokowi.

Kemudahan perizinan investasi dan pemangkasan birokrasi perizin­an dikatakannya perlu dilakukan untuk meningkatkan transaksi neraca berjalan dan neraca perdagangan.

Dengan demikian, hal ini dapat ber­dampak pula pada kepercayaan investor untuk berinvestasi dalam negeri.

”Terakhir, ada investasi, karena perang dagang Cina dan Amerika, 33 perusahaan besar akan pindah dari Tiongkok, 23 di antara perusahaan itu pindahnya ke Vietnam, sisanya ke Kamboja, Thailand, Malaysia. Ini ada apa? Padahal SDM dan SDA kita memadai, kita harus mengoreksi masalah perizinan di pusat dan daerah,” ujarnya.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X