Sabtu, 29 Februari 2020

DPR: Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Masih Kurang Efektif

- 11 November 2019, 16:58 WIB
HELIKOPTER Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan water bombing di atas hutan yang terbakar di Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu, 30 Oktober 2019. Upaya pemadaman itu dilakukan untuk memadamkan titik api yang tidak dapat dijangkau melalui darat agar kebakaran lahan dan hutan tidak semakin meluas.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia masih kurang efektif, terbukti dengan luas lahan terbakar yang setiap tahun cenderung bertambah.

"Saya secara pribadi menyampaikan apresiasi kepada para satgas kebakaran yang sudah berupaya memadamkan kebakaran. Mereka bekerja sangat antusias ingin mengembalikan harkat dan martabat bangsa yang tercoreng akibat kabut asap," kata legislator asal Kabupaten Sukabumi tersebut di Jakarta, Senin, 11 November 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Ia mengatakan selama periode lima tahun terakhir, 2019 merupakan tahun yang mencatatkan karhutla terbesar dengan luas lahan yang terbakar lebih merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Slamet, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang terjadi sejak September 2019 hingga saat ini telah lebih dari 86.000 hektare.

Kebakaran terluas terjadi pada kawasan berizin, seperti kawasan lindung, konservasi dan restorasi ekosistem.

Hal itu bukan hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga memusnahkan satwa yang hidup di dalamnya, terutama kelompok reptil. Banyak satwa besar keluar dari habitat mereka dan masuk ke perkampungan warga, misalnya harimau dan gajah.

Politisi PKS itu mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan sudah menjadi hal yang rutin terjadi saat musim kemarau tiba.

Namun, ia belum melihat aksi spetakuler dari pemerintah untuk membangun sistem pencegahan akibat kebakaran hutan sehingga ada manajemen terpadu yang dapat mengantisipasinya.

Slamet menilai regulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan masih tumpang tindih. Hal itu mengakibatkan aturan yang menaungi malah menghambat penanganan karhutla.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X