Rabu, 26 Februari 2020

Tiga Warga Tiongkok Hilang ketika Menyelam di Anyer

- 5 November 2019, 00:17 WIB
TIM SAR melakukan pencarian terhadap warga Tiongkok, yang hilang di perairan Pulau Tunda, Kecamatan Anyer, Senin, 4 November 2019.*/ISTIMEWA

SERANG, (PR).- Sebanyak tiga orang warga Tiongkok hilang di perairan Pulau Sangiang Kecamatan Anyer, Minggu, 3 November 2019 lalu. Ketiganya hilang setelah menyelam di pulau Sangiang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana mengatakan, peristiwa itu bermula pada Minggu, sekitar pukul 13.30, sebanyak 7 WNA berangkat dari Pantai Mabak Kota Cilegon menuju Pulau Sangiang.

Ketujuh orang tersebut berniat menyelam di pulau Sangiang. Aktivitas menyelam itu dibagi dua tim, sedangkan satu WNA menunggu di darat. Masing-masing tim dibagi tiga orang.

Sekitar pukul 14.45 satu tim selesai dan naik ke permukaan. Akan tetapi satu tim lagi tak kunjung muncul ke permukaan. Salah seorang saksi sempat melihat WNA tersebut muncul ke permukaan, namun kemudian mereka menghilang. Melihat kejadian itu, empat temannya pun langsung mencoba melakukan pencarian di sekitar lokasi. Akan tetapi upaya itu sia-sia, sebab rekannya tidak juga di jumpai. "Data nama yang belum diketemukan Tian Yu, Qin Xue Tao, dan Wang Bing Yang," ujarnya kepada Kabar Banten, Senin 4 November 2019.

Mendapatkan laporan tersebut, BPBD kemudian melakukan koordinasi dengan pelapor awal. Selanjutnya sekitar pukul 9.00 pagi, tim melakukan pencarian dengan dibagi menjadi dua tim. "Tim pertama ke lokasi gedung bundar dan dan satu lagi dari pelabuhan paku, Anyer," katanya.

Dari tujuh orang yang menyelam, empat warga Tiongkok tersebut selamat. Sedangkan tiga lainnya masih dalam pencarian. "Kondisi terakhir empat orang (penyelam) selamat Orang masih dalam tahap pencarian. Sumber daya dilokasi Sar pantai BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, Koramil Anyerdan Pol Airud," ucapnya.

Ia mengatakan, pencarian saat ini dilakukan sampai menyisir di Pulau ular Kecamatan Anyer. Satu tim pencari bahkan sudah menghentikan pencarian dan akan dilanjutkan esok pagi. "Untuk sementara kendala yang di hadapi arus laut yang kencang dan gelombang tinggi. Untuk satu pos itu sudah di hentikan (pencarian), tapi yang satu masih dalam pencarian. Pencarian dilakukan sampai pulau di Anyer," katanya.***


Editor: Gita Pratiwi

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X