Rabu, 11 Desember 2019

Ray Rangkuti: Jokowi Harusnya Sejak Awal Tak Janjikan Perppu

- 2 November 2019, 15:01 WIB
PRESIDEN Joko Widodo.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Aktivis yang juga pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai ketidakmauan Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang Undang terkait UU KPK karena alasan menggu proses di Mahkamah Konstitusi harusnya disampaikan sejak awal. Jangan sampai langkah ini ibarat memberi harapan palsu pada publik.

“Jika begitu adanya, rasanya ia tidak memerlukan waktu yang lama untuk menjawab soal apakah akan mengeluarkan Perppu atau tidak,” kata Ray, kepada “PR”, Jumat, 1 November 2019.

Sebagai seorang Presiden, Jokowi tentu saja memiliki lebih dari cukup informasi soal adanya uji materi revisi UU KPK ke MK. Dan dengan informasi itu, sedianya presiden tidak perlu membuat janji untuk menerbitkan Perppu atau tidak.

“Cukup beliau sampaikan bahwa Perppu tidak dalam opsinya karena revisi UU KPK sejak satu hari ia ditetapkan telah digugat ke MK,” ucap dia.

Ray menilai penggunaan alasan masih menunggu putusan MK untuk tidak menerbitkan Perppu juga janggal. Apalagi sampai menggunakan bumbu bahasa sopan dan santun pula. Padahal, lanjut Ray, tidak menepati janji juga jelas bukanlah tindakan yang sopan santun.

“Berterus terang sejak awal bahwa opsi Perppu tidak akan dikeluarkan jika ada masyarakat yang melakukan gugatan atas revisi UU itu adalah cermin dari sikap sopan dan santun itu. Seperti presiden bersikap sopan atas kelembagaan negara, kewajibannya juga adalah bersikap sopan pada rakyatnya,” ucap dia.

Ray menambahkan: “Jika memang tidak siap mengeluarkan Perppu, mestinya diungkapkan sejak awal. Agar masyarakat tidak dalam posisi terombang ambing, menaikan asa, menanti harap lalu dikecewakan,” ucap dia.***



Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X