Jokowi: Aparat Penegak Hukum Harus Dukung Investasi

- 1 November 2019, 16:14 WIB
PRESIDEN Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Maruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas tentang program dan kegiatan bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 31 Oktober 2019. Presiden dalam arahannya mengatakan untuk mengantisipasi perkembangan politik dunia yang dipicu oleh isu kecil, melakukan reformasi hukum yang memberikan jaminan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.*/ANTARA

Jokowi kemudian mengecam mafia yang menghadang program-program pemerintah. “Ini banyak kan pejabat pemerintah, BUMN, swasta yamg berinovasi dalam menjalankam program-program strategis, justru yang digigit (mafia). Ini hati-hati, ini akan saya balik, yang saya gigit mereka. Jangan sampai para mafia yang menggigit dengan menghadang program pembangunan justru bebas berkeliaran,” katanya.

Seusai ratas, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, dalam ratas telah bersepakat untuk penegakkan hukum, maka Kejaksaan Agung dan kepolisian meningkatkan profesionalitasnya dan betul-betul mengawal penegakkan hukum. “Bukan secara formalitas,” katanya.

Ia menambahkan, disepakati juga bahwa tidak boleh ada oknum penegak hukum yang bermain mata dengan orang di luar penegak hukum untuk satu atau beberapa perkara. “Mungkin ini sederhana, tapi ini penting bagi penegakkan hukum ke depannya,” ujarnya.***

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X