Minggu, 15 Desember 2019

Petani Bingung Awali Masa Tanam

- 31 Oktober 2019, 14:52 WIB
ILUSTRASI sawah kekeringan.*/DOK. PR

SERANG,(PR).- Para petani di Kabupaten Serang bingung untuk mengawali masa tanam 2020. Hal itu dikarenakan saat sampai saat ini musim hujan belum juga ada tanda-tanda akan turun.

Warga Carenang Solahudin mengatakan, untuk desanya saja yakni di Desa Teras ada sekitar 40 hektare yang mengalami kekeringan. "Harusnya sudah mau panen malah puso, itu yang gagal aja 40 hektar," ujarnya, Rabu 30 Oktober 2019.

Ia mengatakan, akibat kekeringan itu ada beberapa hasil padi yang bisa diambil hanya tidak maksimal. Biasanya dalam kondisi normal petani bisa panen 3 ton sehektare, kini hanya setengahnya. "Karena kekurangan air dan tanah retak retak jadinya banyak yang puso. Yang bisa diambil ini terhitung hanya 35 persen, yang biasanya 3 ton hanya 1 ton," ucapnya.

Akibat kondisi ini, para petani banyak yang merugi. Padahal untuk menanam padi mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar mencapai Rp 10 juta per hektar. "Dan dapat palingan Rp 4,5 juta.  Dan rata rata petani Carenang kepemilikan lahan dibawah 1 hektar, jadi rugi," katanya.

Ia mengatakan, kekeringan itu terjadi karena tidak adanya hujan dan juga air yang mengalir dari bendungan Pamarayan. Seharusnya, kata dia petani sudah mulai tanam pada November. Namun karena tidak ada hujan petani belum bisa memulai masa tanam. "Enggak ada air, hujan belum turun ya petani bingung. Tergantung ada air," ucapnya.

Sementara, Kasie Ekbang Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengatakan, saat ini kemarau semakin meluas. Bahkan di wilayahnya yakni di Kampung Kasuban Desa Tonjong sudah kesulitan air bersih untuk konsumsi. "Sementara bantuan air itu baru dari  perusahaan," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Dindin Hasanudin.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X