Rabu, 11 Desember 2019

Rotasi Pejabat Berdampak Capaian Retribusi Rendah 

- 31 Oktober 2019, 14:15 WIB
ILUSTRASI pendapatan asli daerah.*/ANTARA

SERANG, (PR).- Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mencapai target realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi disebabkan adanya Peraturan Daerah (Perda) Retribusi baru. Ditambah dengan rotasi Kepala OPD, sehingga, capaian target retribusi itupun terkendala oleh waktu dan program lainnya.

Salah satunya Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Kota Serang. Dari target Rp 1.010.000.000 baru tercapai sekitar 43 persen. Selain itu, ada kendala lainnya, seperti pasar-pasar di Kota Serang yang kurang efektif. Disebabkan dengan adanya transisi relokasi, kemudian beberapa pasar yang juga mengalami peralihan. Dari pasar mingguan menjadi pasar harian.

"Sebetulnya kami itu bukan yang paling rendah, tapi masuk dalam urutan rendah. Kami terkendala dengan Perda Retribusi yang baru. Sedangkan Perda ini membutuhkan proses panjang. Keluar bulan Mei, baru sosialisasi Agustus. Jadi target kami mesih belum tercapai," kata Kepala Disperdaginkop Kota Serang Yoyo Wicahyono, Rabu 30 Oktober 2019.

Pihaknya juga akan melakukan upaya dengan cara mengintensifkan penagihan. Selain itu, menyosialisasikan tarif retribusi yang baru untuk mengejar target PAD retribusi tahun ini. Adapun tarif terbarunya sebesar Rp 2.000 dan Rp 4.000. Sebelumnya, sebesar Rp 1.000 dan Rp 2.000.

"Akan kami realisasikan (retribusi) setelah cetakan karcisnya selesai. Setelah kami sosialisasikan juga, karena kan ada tahapannya. Kalau saya inginnya di akhir tahun ini, dan selambat-lambatnya 1 Januari 2020. Karena kan ini barang koasi, pencetakannya juga tidak bisa sembarangan," ujarnya.

Sementara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang baru mencapai target sekitar 30 persen dari total target capaian sekitar Rp 1 miliar. Hal itu pun terkendala dengan lahan parkir yang kini menjadi kewenangan jalan nasional dan jalan Provinsi Banten. 

"Target PAD Retribusi itu sebelum adanya pelarangan di jalan utama. Setelah saya masuk (Menjabat Kadishub) ada pelarangan di jalur tersebut oleh provinsi dan pusat. Sehingga mengurangi pendapatan atau PAD Retribusi Dishub," ucap Kadishub Kota Serang Maman Lutfhi.

Oleh karena itu, pihaknya akan menaikkan tarif retribusi parkir pada kendaraan, baik roda dua maupun roda empat di tahun mendatang. "Jadi nanti pada 2020 akan ada kenaikan tarif retribusi parkir kendaraan. Tapi yang berada di status jalan dan kewenangan Kota Serang. Itu saja upaya yang kami lakukan," ujarnya kepada wartawan Kabar Banten, Rizki Putri.

Sedangkan, untuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang hingga triwulan ketiga masih nol persen dari target Rp 121 juta. "Sampai saat ini belum ada yg masuk. Sebab, itu (retribusi) hanya dari Damkar saja, terhadap APAR. Sedangkan di Kota Serang banyak yang belum pasang," ucap Kasatpol PP Kota Serang Kusna Ramdani.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X