Rabu, 11 Desember 2019

Yenny Wahid Rangkul Ulama Beri Bantuan Hukum Secara Islam

- 27 Oktober 2019, 11:34 WIB
ZANNUBA Arifah Chafsoh atau beken dengan nama Yenny Wahid, menyiapkan konsep bantuan hukum dengan landasan Islam.*/ISTIMEWA

JAKARTA, (PR).- Indonesia memiliki lebih dari 15.000 pulau yang terpisah jarak. Hal ini membuat pemerataan akses masih menjadi kendala hingga hari ini. Salah satunya akses terhadap hukum yang belum merata. 

Dari fakta dan kondisi itulah, Zannuba Arifah Chafsoh atau beken dengan nama Yenny Wahid, menyiapkan konsep bantuan hukum dengan landasan Islam secara gratis. "Semua orang sama di hadapan hukum, dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi apa pun," kata Yenny, di hotel Le Meredian Jakarta, Jumat 25 Oktober 2019.

Menurut Yenny, masyarakat umum bisa mendapatkan bantuan hukum dengan landasan Islam lewat Islamic Law Firm (ILF).Pendirian ILF tidak sebatas untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. ILF juga telah mempersiapkan diri guna menghadapi era Society 5.0. 

ILF, lanjut Yenny, berusaha menegaskan posisinya untuk turut mengambil peran dalam era super pintar itu. Sebuah era yang dalam proses pengembangan dan penerapan high tech, tetap menggunakan pendekatan “human-focused”. Bahwa, teknologi apapun harus senantiasa menempatkan manusia sebagai pengendali, sekaligus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebaikan manusia. 

"ILF ini sekaligus upaya kami menciptakan ekosistem Islam modern hari ini dan di kemudian hari," tambah Yenny.

Yenny menjelaskan, salah satu inovasi yang dihadirkan ILF terkait hal tersebut adalah ADILah. ADlLah siap memberikan konsultasi hukum gratis yang dapat diakses dimana dan kapan saja dengan mobile apps, termasuk pula Iewat mesin DAV. DAV adalah terobosan yang menggabungkan teknologi interaktif terbaru seperti augmented reality (AR), kecerdasan buatan (AI), dan virtual reality (VR).

Sebagai lawfirm berbasis Islam, dia menegaskan, ILF harus turut menampilkan wajah Islam sebagai agama kemajuan dan keunggulan. Karena hanya dengan begitu, ILF akan bisa secara optimal mengambil peran dalam upaya menuju semangat kebangkitan umat. 
      
Diungkapkan Yenny, sesuai peran yang dimiliki, ILF nantinya siap memberikan layanan jasa hukum. baik litigasi maupun non litigasi. Dalam bidang litigasi, ILF dapat membantu berbagai penanganan perkara dengan memuat perspektif syariah Islam. 
        
"Semisal kasus perceraian. hak asuh anak, pembagian harta gono-gini, penyelesaian sengketa waris, penanganan korban KDRT, penyelesaian sengketa arbitrase, kepailitan, KPPU. sengketa pajak, dan PHI," ucapnya. 
       
Sedangkan dalam bidang non litigasi, ILF juga siap memberikan berbagai jasa hukum. Seperti pembuatan kontrak bisnis berbasis syariah, konsultasi hukum pasar modal syariah, akuisisi dan merger, penanganan perkara asuransi dan reasuransi syariah. hingga penyelesaian hutang piutang berbasis syariah. Termasuk, ILF juga siap memberikan jasa pengurusan perijinan seperti Fintech Syariah, HAKI, labelisasi halal MUI. audit legal, dan lain sebagainya. 
        
Dengan melibatkan para ulama yang kompeten di bidang syariah Islam, tim hukum ILF berkomitmen dengan sungguh-sungguh membantu para pelaku bisnis. Mulai dari mendampingi, melindungi, hingga memastikan aktivitas bisnis syariah yang dijalankan sesuai dengan koridor syariah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Temasuk, minim risiko hukum. 

Berbagai layanan jasa hukum yang dihadirkan ILF tersebut pada akhirnya juga berimbas pada perekonomian di Indonesia secara umum. Iklim investasi diharapkan menjadi positif. 
      
Pelaku bisnis, terutama investor asing, tidak akan ragu-ragu lagi menanamkan modalnya di Indonesia. Pendampingan, perlindungan dan guidance yang dihadirkan ILF akan menghapus kesan, bahwa iklim investasi di Indonesia itu berisiko dan rumit.***
 



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X