Sabtu, 14 Desember 2019

Belum Ada Foto Ma'ruf Amin di Pemkot Serang

- 26 Oktober 2019, 09:27 WIB
FOTO Wakil Presiden Ma'ruf Amin belum terpasang di Pemkot Serang, Jumat 25 Oktober 2019.*/RIZKI PUTRI/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- Pascapelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, pada 20 Oktober lalu, hingga hari ini Pemerintah Kota (Pemkot) Serang masih memasang foto yang lama. Berdasarkan pantauan Kabar Banten, hampir di setiap ruangan belum terpasang Wakil Presiden RI yang baru. Padahal pelantikan tersebut sudah lewat selama lima hari.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, TB Urip Henus Surawardana mengatakan, belum terpasangnya foto pasangan Presiden dan Wakil Presiden RI dikarenakan jadwal Pemkot Serang yang padat. Sehingga, belum sempat terpasang dan menggantikan foto tersebut.

“Bukan tidak dipasang, dalam tanda kutip belum terpikirkan. Tapi karena staf atau pegawai di pemkot masih dikejar-kejar dengan kegiatan 2019 dan 2020. Ini harus sudah beres anggaran dan segala macamnya. Jadi belum sempat untuk mengganti,” katanya, Jumat 25 Oktober 2019.

Sebab, kata dia, meskipun ada staf bagian umum di Pemkot Serang, namun tidak secara spesifik mengatur atau memperhatikan hal tersebut. Sehingga, sampai saat ini foto orang nomor satu dan dua di Indonesia belum terpasang. “Iya memang betul ada bagiannya. Tapi kan tidak ada bagian khusus yang memperhatikan foto. Jadi bukan tidak dipasang, karena memang luput saja," ucapnya.

Ia pun meminta maaf atas kelalaian tersebut, dan pihaknya akan segera memasang foto Presiden dan Wakilnya. Apabila hingga Senin masih belum terpasang, dia juga meminta untuk diingatkan kembali. Sehingga kejadian ini tidak terulang lagi di masa mendatang. 

"Tentu kami atas nama Pemkot Serang memohon maaf. Toh baru kemarin dilantiknya dan sekarang masih suasana transisi. Nanti kami akan pasang secepatnya. Tapi jika nanti belum juga terpasang tolong ingatkan kami,” katanya. 

Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Kota Serang Rafli Maulana mengatakan, kelalaian tersebut seharusnya tidak terjadi. Sebab, Pemkot Serang memiliki bagian-bagian khusus dengan tugasnya masing-masing.

“Sebenarnya cukup aneh dan miris kalau alasan pemkot adalah sibuk. Kan yang bekerja disana tidak satu dua orang. Struktur Setda pun sudah ada, bagian-bagian yang memiliki tugas dan wewenang masing-masing. Jadi kalau alasannya itu, ya kurang tepat," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pembagian tugas dan kewenangan tersebut, Pemkot Serang dapat bekerja secara "multi tasking". Sehingga, kejadian ini tidak terjadi, apalagi di dalam pemerintahan, yang seharusnya menjadi contoh bagi warganya. "Konsepnya itu kan desentralisasi tugas dan wewenang. Ini ada wewenangnya masing-masing. Kalau alasannya sibuk, bisa mati nanti roda pemerintahan,” ucapnya.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X