Rabu, 26 Februari 2020

Relokasi SD Bersamaan dengan Peresmian Tol Serang-Panimbang

- 26 Oktober 2019, 04:40 WIB
ILUSTRASI gedung SD.*/DOK. KABAR BANTEN

SERANG,(PR).- Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa memastikan proses relokasi empat SDN terdampak Tol Serang-Panimbang di Kecamatan Cikeusal dan Kragilan akan dilakukan berbarengan dengan peresmian tol tersebut. Hal itu dikarenakan saat ini Pemkab Serang dan PPK tol sudah memiliki MoU kepastian relokasi.

"Pelaksanaannya (relokasi) selama belum operasi enggak papa kita masih di situ. Ketika jalan tol sudah operasi, itu (SD Baru) sudah terbangun," ujar Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasasaat ditemui di ruangannya, Jumat 25 Oktober 2019.

Pandji mengatakan, saat ini proses pembangunan dipastikan tidak akan menggangu aktivitas belajar siswa. Sebab pengerjaannya sudah lewat ke arah Pandeglang. "Tapi ketika sudah operasi itu kami pastikan bangunan sudah bisa difungsikan, jadi bersamaan launching jalan tol dan penggunaan sekolah baru. Karena kita lihat situasi keuangan mereka juga, sebelum ada pengganti tidak akan dibongkar," katanya.

Ia mengatakan, untuk lahan saat ini sudah ada empat titik yang ditetapkan. Prosesnya sedang diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait berapa luas lahan yang akan direlokasi tersebut. Setelah itu, pihak tol akan bernegosiasi dengan pemilik tanah. Sebab dalam hal ini, Pemkab Serang tidak menerima ganti rugi dalam bentuk uang melainkan bangunan. "Sekarang mereka minta diukur saja luas eks lahan. Sekarang BPN sedang menghitung, jadi sesuai lahan awal. Kalau awal 4 ribu meter persegu berarti dapat 4 ribu luasnya," ucapnya.

Dirinya menargetkan pengadaan lahan itu akan selesai akhir tahun ini. "Kita hanya siapkan titik relokasi, mereka yang membebaskan dan bangun sudah ada kesepakatan itu. Lahannya enggak jauh (dari bangunan awal) kan itu melayani pemukiman setempat, kalau jauh nanti diprotes warga," tuturnya.

Disinggung soal lamanya proses relokasi, Pandji mengatakan selama ini yang menjadi kendala adalah proses negosiasi yang alot. Karen awalnya mereka hanya ingin merelokasi dua SD saja. Namun pemkab bersikeras harus empat SD yang direlokasi. "Sekarang sudah ada kesepahaman. Awalnya yang tidak kesabet mereka enggak mau (ganti). Padahal pengaruh juga terasa, jaraknya (SD) 7 meter ke jalan tol dan kebisingannya 40 Desibel. Kalau rumah biasa enggak terganggu tapi sekolah butuh konsentrasi," ujarnya.

Kendala lain, kata dia, proses pencarian tanah dilakukan oleh pemkab. Ketika sudah ketemu titiknya, pemilik lahan menginginkan harga ganti rugi yang mahal. Sehingga pemkab kesulitan mencari lokasi. Dirinya pun optimis pihak tol akan menepati janji untuk merelokasi SD terdampak sesuai kesepakatan. "Enggak mungkin (kabur) kan kita ikat perjanjian, rusak citranya apalagi yang dibohongi Pemda (kalau ingkar janji)," katanya.***


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X