Jumat, 29 Mei 2020

Saksi Ahli: Komedian Nunung Menderita Gangguan Depresi dan Kecemasan

- 24 Oktober 2019, 02:45 WIB
TERDAKWA kasus dugaan penyalahgunaan narkotika, Tri Retno Prayudati atau Nunung (kanan) memeluk anaknya Cahyo Anggoro Putra seusai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu, 16 Oktober 2019. Sidang tersebut ditunda karena saksi meringankan dari kuasa hukumnya berhalangan hadir.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Di balik sikap humoris dan penampilan yang selalu lucu dan ceria, terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung ternyata mengidap penyakit gangguan kecemasan dan depresi. Fakta ini terungkap dalam persidangan mendengarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, saksi yang dihadirkan adalah tenaga ahli dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. "Sudah tiga tahun dirawat psikiater di Jakarta. Kemungkinan besar mbak Nunung mengalami gangguan kejiwaan seperti depresi dan cemas dan sudah diberikan obat," kata Herny Taruli Tambunan, saksi ahli dari RSKO menjawab pertanyaan Majelis Hakim dalam persidangan.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Agus Widodo dan dua hakim anggota yakni Djoko Indarto dan Ferry Agustina Budi Utami ini menghadirkan satu orang saksi ahli.

Fakta Nunung mengidap gangguan depresi dan kecemasan menimbulkan keheranan Majelis Hakim, karena selama ini komedian Srimulat tersebut tampak ceria dan lucu di layar kaca. "Mbak Nunung setiap hari kerjaannya cengegesan kok bisa depresi, kok enggak percaya," tanya Majelis Hakim kepada saksi ahli.

Herny menjelaskan bahwa pengidap depresi memiliki 1.000 wajah, bahkan satu di antara orang yang ada di ruang sidang punya depresi.

"Itulah, depresi itu punya wajah terselubung. Kondisi dia komedian, bukan berarti terbebas dari kecemasan. Bahkan banyak tokoh komedian yang meninggal karena depresi," katanya.

Herny juga menambahkan, WHO telah menyatakan pada 2025 depresi bisa menjadi penyebab kematian nomor satu.

Nunung dan suaminya July Jan Sambiran ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di rumah mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 19 Juli 2019 sekitar pukul 13.15 WIB.

Keduanya ditangkap setelah melakukan transaksi sabu dengan tersangka HM.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X