Senin, 27 Januari 2020

Kebakaran Lahan di Indonesia Mencapai 857.000 Hektare, Ternyata Sumatra Bukan yang Terparah

- 23 Oktober 2019, 15:25 WIB
PEMUKIMAN warga berada tidak jauh dari lahan gambut yang terbakar beberapa waktu lalu di Kampung Pasir Paros, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019*/ADE MAMAD/PR

Sementara itu, Agus menuturkan, hingga Selasa 22 Oktober 2019 pukul 8.00, masih terjadi karhutla di sejumlah wilayah di Indonesia.

Titik panas teridentifikasi di enam provinsi yang menjadi perhatian BNPB yaitu Sumatera Selatan sebanyak 153 titik, Kalimantan Tengah (44 titik), Kalimantan Selatan (23 titik), Kalimantan Barat (5 titik), dan Jambi (2 titik).

“Data tersebut berdasarkan citra satelit modis-catalog lapan pada 24 jam terakhir. Masih adanya titik panas berpengaruh terhadap kualitas udara di wilayah terdampak. Data kualitas yang diukur dengan parameter PM 2,5 mengindikasikan kualitas pada tingkat baik hingga tidak sehat,” ujar Agus.

Selain keenam provinsi tersebut, kebakaran juga masih terjadi di kawasan pegunungan seperti Gunung Cikuray, Ungaran, dan Arjuno-Welirang, dan Ringgit.

BNPB masih menyiagakan sejumlah helikopter untuk pengeboman air atau water-bombing atau pun patroli udara. Total air untuk pengeboman air di seluruh wilayah mencapai 392 juta liter. Di samping pengeboman air, BNPB bersama BPPT dan TNI melakukan operasi udara berupa teknologi modifikasi cuaca dengan menggunakan fixed-wing. Total garam yang telah disemai mencapai 272.000 kilogram,” tutur Agus.***

Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Jawa Barat Network

X