Rabu, 11 Desember 2019

Kebakaran Lahan di Indonesia Mencapai 857.000 Hektare, Ternyata Sumatra Bukan yang Terparah

- 23 Oktober 2019, 15:25 WIB
PEMUKIMAN warga berada tidak jauh dari lahan gambut yang terbakar beberapa waktu lalu di Kampung Pasir Paros, Desa Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat 13 September 2019*/ADE MAMAD/PR

BANDUNG, (PR).- pada periode Januari hingga September 2019, luas lahan terbakar di seluruh wilayah Indonesia mencapai 857.000 hektare. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya terjadi di lahan gambut, tetapi juga di lahan mineral.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana pada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan gambut terbakar mencapai 227.000 hektare.

Karhutla di lahan gambut paling besar berada di di Kalimantan Tengah dengan luas 76.000 hektare sedangkan di lahan mineral terjadi di Nusa Tenggara Timur seluas 119.000 hektare.

Karhutla di lahan mineral terjadi di seluruh provinsi di Indonesia dengan luas terdampak terkecil di Banten yaitu 9 hektare.

Data KLHK mencatat luas karhutla dari Januari hingga September 2019 sebesar 857.756 hektare dengan rincian lahan mineral 630.451 hektare dan gambut 227.304 hektare.

Dalam keterangan resminya, Selasa 22 Oktober 2019, BNPB melaporkan bahwa luas lahan terdampak kebakaran baik mineral dan gambut di beberapa provinsi setiap tahunnya. Berikut ini  di antaranya:

1. Kalimantan Tengah seluas 134.227 hektare
2. Kalimantan Barat seluas 127.462 hektare
3. Kalimantan Selatan seluas 11454 hektare
4. Riau seluas 75.871 hektare
5. Sumatra Selatan seluas 52.716 hektare
6. Jambi seluas 39.638 hektare

Berdasarkan data KLHK, total luas lahan yang terbakar hingga September 2019 jauh lebih besar dibandingkan luas karhutla dalam tiga tahun terakhir. Luas karhutla pada 2018 seluas 510.000 hektare sedangkan pada 2016 seluas 438.000 hektare.


Halaman:

Editor: Yusuf Wijanarko

Tags

Komentar

Terkini

X