Senin, 9 Desember 2019

DPP IPI: Santri Harus Opstimistis Hadapi Revolusi Industri 4.0

- 22 Oktober 2019, 23:59 WIB
SEJUMLAH santriwati memanjatkan doa saat upacara bendera memperingati Hari Santri Nasional 2019 di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 22 Oktober 2019. Peringatan Hari Santri Nasional 2019 yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diikuti ratusan santri dan mahasiswa NU tersebut mengambil tema Santri Unggul Indonesia Makmur.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) KH Zaini Ahmad SRK mengatakan para santri di Tanah Air harus tetap optimistis menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

"Saya sudah sampaikan kepada pengurus pondok pesantren dan santri jangan merasa minder harus tetap maju dalam menghadapi globalisasi dan era 4.0," ujarnya, Selasa, 22 Oktober 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Zaini tersebut, para santri harus berani dan menjadi garda terdepan dalam menghadapi perkembangan zaman terutama revolusi industri 4.0.

"Ini baru di tahap 4.0 namun ke depan santri harus lebih siap lagi menghadapi tantangan seperti di negara lain yaitu 5.0," ujar dia.

Pondok pesantren yang ada di Indonesia saat ini juga telah mendirikan 'pesantren entrepreneurs' pesantren digital dan lain sebagainya. Bahkan di beberapa daerah sudah ada melahirkan 'startup' atau perusahaan rintisan.

"Contohnya Smarty Indonesia yang merupakan startup milik salah satu pondok pesantren," katanya.

Adanya 'pesantren entrepreneurs' 'pesantren digital' hingga perusahaan rintisan tadi merupakan salah satu bukti para santri di Tanah Air tidak ingin tertinggal dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

Senada dengan itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj meminta santri pada era Revolusi Industri 4.0 jangan kehilangan diri yang berakhlak yang baik, hormat kepada kiai, dan menjaga metode dakwah Walisongo.

"Santri juga harus kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap nilai-nilai baru yang baik, sekaligus teguh menjaga tradisi dan nilai-nilai lama yang baik," kata dia.


Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

X