Rabu, 26 Februari 2020

Erick Thohir dan Wishnutama Mendatangi Istana Kepresidenan

- 21 Oktober 2019, 20:01 WIB
ERICKThohir.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Calon menteri mendatangi Istana Kepresidenan, Senin 21 Oktober 2019. Satu persatu mereka bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Pelantikan secara resminya direncanakan akan berlangsung pada Rabu 23 Oktober 2019.

Umumnya ketika baru mendatangi Istana Kepresidenan, mereka enggan berbicara banyak dengan wartawan. Baru setelah bertemu dengan Jokowi, mereka blak-blakan menyatakan kesediaannya didapuk menjadi menteri oleh Jokowi. Meskipun, para calon menteri tersebut menolak menjawab secara spesifik kementerian apa yang akan dipimpin nanti.

Berdasarkan pantauan sampai pukul 11.56, calon menteri yang datang (berurutan berdasarkan waktu kedatangan) adalah Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christianty Eugenia Tetty Paruntu, Pendiri serta CEO Go-Jek Nadiem Makarim, Pemilik PT Mahaka Media Erick Thohir, Komisaris Utama Net Mediatama Televisi Wishnutama Kusubandio. Busana yang mereka kenakan kompak ketika datang ke Istana Kepresidenan, yani mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih.

Mahfud MD yang pertama kalinya datang ke istana, yakni pukul 9.30. Seusai bertemu dengan Jokowi, ia mengonfirmasi kedatangannya itu terkait dengan ajakan menjadi menteri dan ia menerima ajakan tersebut.

“Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri yang, kalau tidak berubah, akan dilantik besok lusa, hari Rabu. Pagi sudah berkumpul di sini,” tuturnya.

Mahfud enggan menjelaskan ia ditunjuk sebagai menteri apa. Ia mengaku belum tahu akan ditunjuk sebagai menteri apa. Namun berdasarkan pertemuan dengan Jokowi, Mahfud mengatakan, bisa jadi ditunjuk menjadi menteri di bidang hukum, politik maupun agama seperti yang selama ini diisukan.

“Kan saya banyak disebut katanya Menkumham, Jaksa Agung, Menteri Agama. Pokoknya di bidang itu,” tuturnya.

Mahfud mengatakan, saat pertemuan dengan presiden, banyak membahas persoalan penegakkan hukum yang agak turun performanya akhir-akhir ini, kemudian soal pelanggaran hak asasi manusia dan deradikalisasi.

Maruf mengatakan, selama pertemuan, Jokowi tampak mengetahui betul latar belakangnya. “Surprised juga tadi Presiden tahu betul latar belakang saya dari waktu ke waktu sehingga saya tidak perlu nawar saya ingin apa. Beliau tahu yang cocok untuk saya apa,” katanya.***

Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X