Senin, 9 Desember 2019

2021, Indonesia Harus Rampungkan Riset Kendaraan Listrik

- 17 Oktober 2019, 18:37 WIB
MENRISTEKDIKTI Mohamad Nasir (menyetir) dan Rektor ITS Mochamad Ashari mencoba mobil listrik buatan mahasiswa ITS di Jakarta, Selasa 3 September 2019 lalu.*/DHITA SEFTIAWAN/PR

JAKARTA, (PR).- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menargetkan riset kendaraan listrik rampung paling lambat pada 2021. Dengan demikian, Indonesia sudah mampu memproduksi massal kendaraan listrik untuk kebutuhan pasar dalam negeri pada 2022.

Saat ini, beberapa perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) sedang fokus meneliti baterai yang menjadi komponen mendasar kendaraan listrik. ITS bahkan sudah mampu memproduksi motor listrik Gesits.

Menristekdikti Mohamad Nasir menuturkan, pengembangan dan penerapan kendaraan listrik di Indonesia perlu ekosistem yang mendukung. Indonesia akan segera siap dalam percepatan program kendaraan listrik nasional sesuai Perpres Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

“Untuk mengembangkan program kendaraan bermotor listrik, perlu adanya integritas yang sangat masif dari kementerian-lembaga negara maupun BUMN terkait. Dalam hal ini PLN telah berpartisipasi dalam hal Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) atau Charging Station,” kata Nasir saat menghadiri penandatanganan MoU antara PT PLN dan 20 perusahaan terkait kendaraan listrik di Jakarta.

“Program kendaraan bermotor listrik dapat menjadi motor pendorong percepatan pengembangan dan penerapan kendaraan listrik di Indonesia,” lanjut dia.

Nasir menyatakan, membangun ekosistem triple helix, yakni peneliti, pemerintah dan pengusaha menjadi hal mendasar untuk merealisasikan ambisi tersebut. Pasalnya, industri mobil listrik nasional harus bersaing dengan para produsen besar di bidang otomotif dari berbagai negara maju.***



Editor: Gugum Rachmat Gumilar

Tags

Komentar

Terkini

X