Minggu, 8 Desember 2019

Longsor di Karangkobar Sering Menimbulkan Korban Jiwa

- 17 Oktober 2019, 09:33 WIB
ILUSTRASI bencana alam longsor.*/DOK. PR

PURWOKERTO, (PR).- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Jawa Tengah (Jateng) melakukan kesiapsiagaan bencana tanah lonsor dan tanah bergerak. Program tersebut sebagai antisipasi menghadapi musim hujan.

Wakil Administratur KPH Banyumas Timur Rahmat Wijaya menyebutkan,   memasuki musim hujan Perhutani mulai meningkatkan kewaspadaan bencana tanah longsor dan pohon tumbang, terutama wilayah hutan yang berekatan dengan jalan raya.

Kesiapsiagaan bencana musim hujan, Perhutani mulai melakukan  pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan bencana di  empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Brebes, dan Banjarnegara.

"Saat musim kemarau kami melakukan kesiapsiagaan kekeringan dan kebakaran hutan. Daerah yang rawan bencana kebakaran kami pasang pengumuman peringatan.   Sedangkan pada saat musim penghujan, daerah yang rawan  bencana longsor, kami tingkatkan kewaspadaannya," kata Rahmat.

Hasil pemetaan wilayah rawan longsor dan gerakan tanah salah satunya di wilayah Karangkobar, Banjarnegara. Merupakan wilayah paling rawan terjadi tanah longsor gerakan tanah dan pohon tumbang.

Karangkobar terletak diwilayah perbukitan dan  sering terjadi bencana tanah longsor, terutama kalau intensits hujan tinggi. “Wilayah Karangkobar merupakan daerah perbukitan sehingga rawan longsor. Bahkan, telah berkali-kali terjadi bencana longsor yang menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi selama 2 sampai tiga hari pihaknya meningkatkan kewaspadaan.

Perhutani juga mengingatkan potensi pohon tumbang,  saat musim hujan disertai angin kencang. "Khususnya pada wilayah hutan  yang dilalui kendaraan rawan terjadi pohon tumbang," ujarnya. 

Diakui menghadapi musim hujan, Perhutani bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam melakukan mitigasi. “Kalau soal mitigasi, tentu itu yang paling tahu adalah BPBD. Sehingga kami menjalin sinergi dalam rangka mengantisipasi potensi  bencana longsor," kata Rahmat.***



Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X