Selasa, 25 Februari 2020

Parade Pelantikan Presiden Dibatalkan

- 16 Oktober 2019, 18:15 WIB
PRESIDEN Joko Widodo.*/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Serangkaian acara perayaan seusai pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang telah dipersiapkan oleh para relawan di Jakarta dibatalkan. Hal itu atas dasar permintaan Presiden Joko Widodo.

Pembatalan perayaan itu disampaikan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko dalam konferensi pers yang didampingi juga oleh perwakilan relawan Jokowi-Ma’ruf di Kantor KSP, Rabu, 16 Oktober 2019. Menurut dia, Jokowi menginginkan acara pelantikan berlangsung sederhana di Gedung MPR. Adapun berkaitan dengan acara yang telah disiapkan oleh para relawan seusai pelantikan, Jokowi menginginkan supaya tidak dilakukan secara berlebihan.

“Jadi, untuk itulah, tidak perlu dilakukan acara seperti karnaval dan seterusnya karena presiden inginkan, sudah, jalan saja sederhana, tetap khidmat dan beliau ingin segera bekerja. Itu poinnya sehingga tidak perlu ada euforia,” ujar Moeldoko.

Ia mengatakan, perlu menyampaikan arahan Jokowi supaya tidak muncul kekecewaan dari relawan yang sudah menyiapkan acara. “Saya juga mengajak teman-teman relawan untuk bisa pahami ini. Intinya, presiden sudah mau kerja saja. Tidak usah ada euforia,” katanya.

Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Ari Setiadi mengatakan, telah memahami arahan presiden tersebut. Meskipun, ia mengaku, berat hati untuk meniadakan acara perayaan yang telah dipersiapkan. Persiapan untuk perayaan dikatakannya sudah 95%.

“Kami pertimbangkan semangat dari Pak Presiden yang ingin perayaan ini berlangsung sederhana dan penuh khidmat. Dan spirit presiden untuk pemerintahan ini adalah langsung bekerja karena begitu banyak persoalan bangsa harus diselesaikan dengan penanganan cepat dan tepat. Spirit ini kami sambut positif,” ujarnya.

Relawan Projo telah menyiapkan acara perayaan seusai pelantikan, seperti rangkaian kirab budaya, pawai—termasuk pawai gajah dari Waykambas—serta tari-tarian dari berbagai wilayah di Indonesia. “Karena berbagai pertimbangan, kami pahami, persiapan-persiapan ini harus kita, dengan berat hati, kita tiadakan,” ujar Budi.

Ketua Pelaksana Syukuran Inaugurasi Syukuran Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Abdul Gani Nena Wea mengatakan, meskipun perayaan syukuran pelantikan di Jakarta dibatalkan, tidak demikian dengan acara yang akan diselenggarakan di daerah-daerah. Acara-acara yang telah dipersiapkan di Surabaya, Yogyakarta sampai Kuningan, akan tetap berjalan.

“Saya jelaskan acara di berbagai daerah tetap berjalan. Yogyakarta hampir 100 persen akan dilakukan di Mailoboro jam 15.00. Masyarakat akan tetap jalankan acara. Di Surabaya, Kuningan Jabar dan lain-lain, tidak berubah,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X