Senin, 24 Februari 2020

Gunung Merapi Masih Berpotensi Meletus Akibat Akumulasi Gas

- 16 Oktober 2019, 07:11 WIB
ILUSTRASIS letusan gunung.*/DOK. PR

YOGYAKARTA, (PR).- Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas letusan dengan tinggi kolom mencapai 3.000 meter atau tiga kilometer pada Senin 14 Oktober 2019 petang. Letusan ini jauh lebih tinggi dibandingkan Minggu 13 Oktober 2019 dimana kolom asap letusan saat itu setinggi kurang lebih 800 meter.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida kepadda wartawan, Selasa 15 Oktober 2019 mengatakan letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 16:13 WIB memiliki durasi 270 detik dengan amplitudo 75 mm. Kolom awan panas terekam setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak.
 
"Karakter awan panas letusan sama dengan tanggal 22 September 2019 lalu. Hanya untuk awan panas letusan kali ini lebih besar. Penyebabnya karena akumulasi gas," katanya.

Kejadian tersebut, kata Hanik, menunjukkan Gunung Merapi kondisinya masih hidup, masih berproses. Artinya, letusan yang sama dimungkinkan kembali terjadi akibat akumulasi gas. "Sewaktu-waktu bisa terjadi kembali awan panas letusan. Oleh karenanya masyarakat tetap harus waspada. Status Merapi masih belum berubah [level II, waspada]," tuturnya.

Hujan abu

Disinggung soal hujan abu, Hanik mengatakan hujan abu lebih banyak terjadi di wilayah Magelang. Hal ini dipengaruhi oleh arah mata angin yang ke arah barat daya. Untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanis terhadap penerbangan, katanya, BPPTKG mengeluarkan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dengan kode warna Orange.

"Masyarakat tetap harus waspada. Gunakan masker [Kalau ada hujan abu vulkanis]. Status masih sama, rekomendasi masih sama," katanya.

BPPTKG merekomendasikan jarak bahaya 3 kilometer (km) dari puncak Gunung Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. BBTKG belum mengubah radius jarak aman yang ditetapkan BPPTKG.

Hanik mengatakan, rekomendasi jarak aman Gunung Merapi juga belum berubah dari BPPTKG. "Rekomendasi masih sama yakni sejauh tiga kilometer," jelasnya.

Berdasarkan laporan visual dari BPPTKG, Gunung Merapi dengan ketinggian 2.968 mdpl yang meliputi wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, terpantau dari Sektor Utara awan panas letusan pada pukul 16.31 WIB dengan tinggi kolom 3.000 meter dari puncak condong ke Barat, durasai 270 detik dengan amplitudo 75 mm.***


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X