Kamis, 4 Juni 2020

Ruang Partai Oposisi di Kabinet Mulai Terbuka

- 11 Oktober 2019, 19:16 WIB
PRESIDEN Joko Widod.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Manuver Joko Widodo merangkul lawan politiknya pada Pemilihan Presiden 2019 lalu nampaknya berjalan cukup baik. Meski sebelum ada kesan penolakan dari sejumlah partai koalisi, kini partai-partai yang semula ikut mengusung Jokowi-KH Ma’ruf Amin mulai membuka ruang. Syaratnya, asal sevisi.

Hal itu seperti disampaikan Anggota Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq. Menurut dia, bergabungnya Gerindra dan Demokrat ke koalisi sangat memungkinkan. Namun sebelum bergabung dua partai ini harus memiliki visi yang sama dengan Jokowi-Ma'ruf dan tidak mengganggu upaya merealisasikan Nawacita jilid II dengan melakukan berbagai manuver.

"Syaratnya harus sevisi dengan Jokowi-Ma'ruf, jadi jangan sampai kita yang sudah terus-terusan memenangkan pilpres kemarin janji-janji kepada rakyat Nawacita jilid II itu jangan sampai terganggu oleh manuver pribadi yang berbeda dengan Jokowi-Ma'ruf," kata Maman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019.

Menurut dia, PKB tidak keberatan bila Gerindra dan Demokrat mau bergabung dalam koalisi parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf selama dua parpol tersebut mau bekerja untuk rakyat. Meski demikian Maman berharap PKB mendapatkan alokasi kursi menteri yang lebih banyak di periode kedua Jokowi ini dibandingkan periode 2014-2019 lalu.

"Kalau hari ini empat, ya nambah satulah jadi lima. Posnya mudah-mudahan sama dengan yang sekarang, tambahnnya (Menkop) UKM paling," kata Maman.

Meski begitu, dia belum mengetahui komposisi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf mendatang. Menurut dia, semua parpol masih terus berkomunikasi dan menyerahkan pemilihan menteri kepada Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif.

"Kalau komposisinya belum ya karena kemarin misalnya di rapat kami di DPP (PKB), Cak Imin (Muhaimin Iskanda) bilang komunikasi terus dilakukan dan tentu semua partai akan menyerahkan semuanya kepada prerogatif presiden," tutur Maman.

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah mengatakan partainya membuka pintu bagi parpol di luar pendukung Jokowi-Ma'ruf untuk bergabung. Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang besar harus dikelola secara bersama-sama.

"PDIP semangatnya adalah semangat gotong royong. Negara yang sangat besar ini harus dikelola secara bersama sehingga sikat kita membuka diri terhadap kerja sama itu," kata Basarah.

Halaman:

Editor: Siska Nirmala


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X