Sabtu, 22 Februari 2020

Menteri dari Kalangan Profesional Diprediksi akan Kembali Dilantik

- 8 Oktober 2019, 16:06 WIB
SEJUMLAH menteri kabinet kerja mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. Ratas itu membahas perbaikan ekosistem investasi.*/ANTARA FOTO

JAKARTA, (PR).- Bursa menteri sudah mulai ramai dibicarakan untuk masa pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kedua, kali ini bersama Ma’ruf Amin. Menteri yang berlatar belakang profesional dinilai memiliki peluang besar untuk dilantik karena dinilai lebih terasa hasil kerjanya.

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad, mengatakan, menteri yang berlatang belakang profesional peluangnya lebih besar dilantik lagi. Pasalnya, menteri-menteri dari kalangan profesional itu yang lebih tampak kinerjanya.

Yasin menyebutkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Meski Susi sempat membuat kebijakan kontroversial seperti melarang nelayan menggunakan cantrang, namun tujuannya jelas untuk menjaga sumber daya laut. Apalagi berdasarkan studi yang pernah dilakukan, penggunaan cantrang dianggap merusak sumber daya laut dan ekosistem karang.

Hal lain yang perlu diapresiasi dari Susi, kata Yasin, adalah perang melawan illegal fishing. “Dalam konteks penenggelaman, Ibu Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi,” ujar Yasin saat dihubungi, Selasa, 8 Oktober 2019.

Sosok lain, kata Yasin, adalah Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Meski kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, namun Sri mampu menyeimbangkan neraca keuangan negara.

“Kunci keuangan negara itu ada di Ibu Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah kebijakan ekonomi liberal, embuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan monumental. Tapi di politik, Sri Mulyani berpotensi di pilpres 2024,” ujarnya.

Selain dua Srikandi di atas, ia pun menyatakan sosok Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Sejak awal ditunjuk jadi Menlu, banyak yang menyangsikan Retno. Namun, kerja kerasnya dalam berkomunikasi dengan negara-negara luar telah membuahkan hasil yang nyata.

“Pada awal-awal penunjukan, Ibu Retno diragukan kemampuannya, termasuk komunikasinya dengan beberapa negara lain banyak diragukan. Tapi belakangan dia bisa menunjukkan seperti masuknya Indonesia sebagai Dewan Kehormatan di PBB,” imbuhnya.

Namun demikian, kata Yasin, Retno masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah persoalan pekerja migran Indonesia.

Halaman:

Editor: Vebertina Manihuruk

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X