Sabtu, 7 Desember 2019

Wing Chien: Petugas Kalau Mau Nembak Hewan Jangan di Kebun Binatang

- 8 Oktober 2019, 05:43 WIB
BUPATI Banjarnegara, Budhi Sarwono.*/ EVIYANTI/PR

BANJARNEGARA (PR).- Soal postingan gaji bupati Banjarnegara ‘hanya’ sebesar Rp 5,9 juta, setelah dipotong untuk zakat terus menggelinding.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono atau Wing Chien menyebut jika pemerintah pernah berjanji akan menaikkan gaji bupati dan wali kota. Akan tetapi janji pemerintah dinilai hanya sebagai pemberi harapan palsu atau PHP  Sebab janji pada 2017 hingga kini belum terealisasi.

Dulu dirinya bersama seluruh bupati/walik ota pernah dikumpulkan untuk membahas kenaikan gaji pada bulan September 2017.

“Saya ingat bulan September 2017 kami dikumpulkan pada acara diklat kepala daerah di Kementerian Dalam Negeri. Saat itu Menteri PAN-RB menyampaikan bahwa DPR dan Bupati akan dinaikkan gajinya.  Tapi ini sudah Oktober 2019, jadi sudah dua tahun. Mungkin teman-teman di DPR sudah naik tapi kami belum,” kata Bupati Banjarnegara Senin 7 Oktober 2019.

Postingan gaji bupati sempat disorot  Gubernur Jateng Ganjar  Pranowo. Menurut Orang nomor satu di Jateng di sejumlah media  media menyebut jika  Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono semestinya mengetahui terkait berapa nominal gaji yang bakal diterimanya sebagai seorang kepala daerah di Banjarnegara tersebut.

Karena hal itu pernah disampaikan pada saat rapat di Istana Bogor, yang dihadiri seluruh bupati/wali kota se-Indonesia. Jadi, Gubernur Ganjar pun meminta kepada sang bupati untuk  bersabar.

Menanggapi pernyataan gubernur tersebut, Budhi menyebut bahwa dirinya tetap bersyukur dengan gaji tersebut.

“Kalau saya secara pribadi ngga ada masalah, sudah cukuplah, sedang-sedang saja. Tapi dalam paguyuban bupati se-Indonesia atau APKASI, banyak di samping saya mengeluh karena kebutuhannya banyak. Ada tim sukses, parpol, itu harus diopeni (diurus) semua kalo ngga nanti mrengut (cemberut),” katanya.

Diakui bahwa kecilnya gaji kepala daerah telah memicu tindak pidana korupsi di tanah air. Berbagai korupsi yang melibatkan kepala daerah telah merugikan keuangan negara.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X