Minggu, 29 Maret 2020

Budi Waseso Diminta untuk Laporkan Praktik Pemalsuan Beras di Bulog

- 4 Oktober 2019, 11:24 WIB
GEDUNG Bulog.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Direktur Utama Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Budi Waseso (Buwas) diminta melaporkan praktik pemalsuan beras di instasinya. Ini karena sebelumnya, ia menyampaikan kepada media bahwa serapan beras di Bulog lamban karena ada pemalsuan beras.

Buwas mengatakan, ada oknum yang memalsukan kemasan beras premium Bulog namun berisi beras medium. Ini membuat masyarakat tidak tertarik untuk membeli beras dari Bulog.

Akibatnya, serapan beras di Bulog terhambat. Dari target 700 ribu ton beras untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), baru terserap sekitar 30 ribu ton saja.

Dikutip dari Antara, Jumat, 4 Oktober 2019, mantan Dirut Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan ketidakmampuan menyalurkan beras harusnya berhubungan dengan bagaimana suplainya. Dia pun menyarankan Buwas untuk membuktikan ucapannya dan melaporkannya secara hukum. Kalau memang merasa difitnah soal kualitas beras jelek, Buwas lebih baik lapor ke penegak hukum agar tak jadi polemik.

Menyoal BPNT, Sutarto menjelaskan bahwa penyaluran program BPNT sebenarnya sudah lama dibicarakan. Bahkan, saat dia menjabat, sudah pernah menyarankan penyaluran beras Bulog untuk BPNT itu seharusnya dilakukan sejak Januari.

loading...

 

Menurutnya, jika ini dibahas sejak Januari, pasti tidak akan terjadi persoalan dengan kualitas beras seperti yang dikeluhkan Buwas saat ini. Jadi, kalau sekarang mempersoalkan kualitas, itu karena memang sudah sekian bulan.

"Kalau Januari sampai sekarang kan sudah delapan bulan. Coba kalau sudah dimulai sejak Januari lalu, artinya sebagian besar berasnya sudah keluar kemudian bisa membeli beras yang baru," tuturnya.

Peneliti Indef Rusli Abdullah mengatakan, penyaluran beras untuk BPNT awalnya memang merupakan permintaan Bulog. “Pada BPNT ini, penyalurannya ada porsi Bulog dan nonBulog. Nah penerima BPNT kan boleh saja milih beras yang mana saja, yang kualitasnya sesuai keinginan,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Eva Fahas

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X