Minggu, 8 Desember 2019

Pendemo yang Tewas, Sebelum Unjuk Rasa Sempat Cium Tangan Ibunya

- 4 Oktober 2019, 10:23 WIB
PEMAKAMAN Maulana Suryadi, pedemo yang meninggal dunia usai berunjuk rasa berakhir ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu 25 September 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pedemo Maulana Suryadi alias Yadi (23) sempat meminta maaf kepada ibunya, Maspupah (50) sebelum meninggal dunia usai berunjuk rasa yang berakhir rusuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI Jakarta Pusat, Rabu 25 September 2019 lalu.

"Terus cium tangan, maafin Yadi ya bu, cium tangan lagi," kata Maspupah di Jakarta, Jumat 4 Oktober 2019.

Dengan nada pilu, Maspupah menuturkan Yadi juga sempat memijat badan dirinya seraya terus meminta maaf dan mencium tangan.

Selain itu, Maspupah mengisahkan temannya Yadi bernama Aldo yang bercerita ditangkap petugas kepolisian saat berunjuk rasa di sekitar Slipi, Jakarta Barat.

"Temannya baru keluar tuh si Aldo, di dalam penjara katanya. Tangkapnya berdua sama Yadi. Saya tanya sama Aldo bagaimana kejadiannya," ujar Maspupah.

Berdasarkan penjelasan Aldo, Maspupah menuturkan saat itu Aldo dan Yadi berdemo di Flyover Slipi ditangkap polisi dan dimasukkan ke dalam mobil.

Di dalam mobil terdapat beberapa orang, kemudian Aldo dan Yadi tidak sadarkan diri, setelah siuman Aldo sudah berada di dalam penjara sedangkan keberadaan Yadi tidak diketahui.

Selanjutnya, polisi menghubungi Maspupah menanyakan keberadaannya saat itu Maspupah sudah berada di rumah usai pulang kerja.

Pada Kamis (26/9/2019) sekitar pukul 20.00 WIB, Maspupah kedatangan delapan orang yang menumpang dua mobil dan diperlihatkan jasad Yadi.


Halaman:

Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

X