Senin, 24 Februari 2020

KPK Seret Dirut PT INTI Sebagai Tersangka

- 3 Oktober 2019, 12:09 WIB
URU bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers terkait pengembangan perkara dari OTT kasus suap dalam proyek Baggage Handling System (BHS) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 2 Oktober 2019.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Manajemen PT INTI (Persero) menyatakan prihatin atas penetapan status Dirut PT INTI Darman Mappangara menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Penetapan tersangka Darman Mappangara oleh KPK tidak mengganggu operasional perusahaan dalam menjalankan berbagai agenda strategis yang telah ditetapkan," kata PjS Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan INTI Gde Pandit Andika Wicaksono, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019.

Gde menjelaskan dalam proses hukum yang berlaku, INTI akan bersikap kooperatif serta menghormati langkah yang ditempuh oleh KPK.

Perusahaan pun percaya pihak KPK akan menjalankan tanggung jawab dan kewenangan sepenuhnya dalam rangka penegakan hukum.

Seperti dilaporkan Antara, pada Rabu (2/10/2019), KPK menetapkan Darman Mappangara (DMP) sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus tindak pidana suap terkait pengadaan pekerjaan baggage handling system (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT INTI Tahun 2019.

Sebelumnya dalam kasus itu, KPK telah terlebih dahulu menetapkan dua tersangka, yakni Direktur Keuangan PT AP II Andra Agussalam (AYA) dan staf PT INTI Taswin Nur (TSW).

Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyidikan baru dengan tersangka Darman Mappangara.

Darman disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.***
 


Editor: anef

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X